Penanaman Nilai Tanggung Jawab melalui Ekstrakurikuler Kepramukaan

Oleh: Ali Imron, S.Pd
Guru SMK N 1 Karangawen, Kab. Demak

Banyaknya permasalahan dan penyimpangan moral yang dilakukan oleh pelajar di beberapa wilayah Indonesia menunjukkan degradasi moral, sehingga diperlukan perhatian khusus agar dapat mengarahkan perilaku-perilaku menyimpang tersebut ke kegiatan-kegiatan yang lebih bersifat positif. Pentingnya pendidikan karakter dalam rangka menanamkan nilai-nilai baik kepada anak sehingga dapat membentuk karakter siswa menjadi baik serta dapat memahami posisinya sebagai warga negara Indonesia. Ekstrakurikuler pramuka merupakan salah satu sarana yang tepat untuk digunakan sebagai membangun karakter kepada para siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Proses pendidikan dalam kepramukaan terjadi pada saat peserta didik asik melakukan kegiatan yang menarik, menyenangkan, rekreatif, dan menantang. Di sela-sela kegiatan kepramukaan tersebut, pembina pramuka memberikan bimbingan dan pembinaan watak kepada siswa. Tanggung jawab adalah kewajiban untuk menanggung segala sesuatu atas perbuatan yang telah dilakukan, seseorang dapat dikatakan bertanggung jawab apabila dirinya dengan sadar mengambil suatu keputusan, menjalani keputusan tersebut, dan mau menghadapi serta menerima konsekuensi apapun adanya .

Terdapat beberapa metode penyampaian untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak. Metode ini menyangkut cara pendekatan dan penyampaian nilai-nilai hidup yang akan ditawarkan atau ditanamkan dalam diri anak. Metode-metode tersebut antara lain metode demokratis, metode pencarian bersama, metode siswa aktif, metode keteladanan, metode live in , serta metode penjernihan nilai dengan dialog aktif dalam bentuk sharing atau diskusi mendalam dan intensif sebagai pendampingan agar anak tidak mengalami pembelokan nilai hidup.

Macam-macam tanggung jawab yang ditanamkan melalui ekstrakurikuler Kepramukaan di SMK, pembina menanamkan beberapa nilai-nilai luhur kepada siswa seperti yang tertuang dalam kode kehormatan pramuka, dan penanaman nilai-nilai ini agar siswa dapat berperilaku sesuai norma-norma yang ada di masyarakat.

Macam-macam tanggung jawab yang ditanamkan kepada siswa melalui ekstrakurikuler pramuka di SMK  adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, alam dan Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku tanggung jawab siswa terhadap diri sendiri antara lain menjaga kesehatan (cara beristirahat yang cukup, makan dengan teratur, ikut senam pagi bersama ketika kemah), menjaga kebersihan dirinya (membersihkan badan baik mandi maupun mencuci kaki dan tangan serta berpakaian yang bersih dan rapi) dan tidak lupa belajar.

Perilaku tanggung jawab siswa terhadap orang lain antara lain menjalankan tugas yang diberikan oleh pembina kepada siswa, menjalankan hukuman sebagai resiko karena telah melakukan kesalahan atau melanggar peraturan, dan meminta izin kepada pembina ketika tidak berangkat kegiatan pramuka. Perilaku tanggung jawab siswa terhadap alam antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan ketika kegiatan pramuka, menanam penghijauan baik.

Kemudian, perilaku tanggung jawab siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa antara lain membaca doa baik sebelum maupun sesudah menjalankan kegiatan kepramukaan serta tidak lupa untuk melaksanakan ibadah ketika kegiatan pramuka berlangsung sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Metode-metode yang digunakan dalam menanamkan nilai tanggung jawab melalui ekstrakurikuler pramuka di SMK adalah metode penjernihan nilai (pemberian nasihat, pemberian hukuman dan pemberian penghargaan/reward), metode keteladanan (keteladanan pembina), metode siswa aktif (pemberian tugas dan pencapaian SKU dan SKK).

Faktor pendukung penanaman nilai tanggung jawab melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMK adalah sikap, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembina, kesadaran, dan motivasi diri siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler pramuka, dana, sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan, dukungan dari orangtua siswa dan dukungan dari masyarakat sekitar. Sedangkan faktor penghambat penanaman nilai tanggung jawab melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMK  adalah kurangnya minat siswa dalam kegiatan pramuka, pengaruh dari teman yang mengajak siswa untuk membolos serta kurangnya kesadaran dari siswa untuk mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pramuka. (*)