Penggunaan Kapas Pentol pada Telinga Sangat Beresiko

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala, dan Leher RSUD Tugurejo, Dina Permata Sari. (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Penggunaan cotton bud untuk membersihkan kotoran telinga tidak dianjurkan dan perlu dihindari. Sebab, penggunaan kapas pentol tersebut, justru menyebabkan serumen (kotoran telinga) akan terdorong masuk.

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala, dan Leher, Dina Permata Sari menyampaikan, penggunaan cotton bud yang sembrono bisa mengakibatkan lecet. Selain itu, kapas yang tidak bersih juga dapat menimbulkan infeksi pada liang telinga.

Selamat Idulfitri 2024

“Bila infeksi ini berkepanjangan, maka bisa mengakibatkan jamur di dalam liang telinga. Juga bisa tumbuh semacam polip atau daging tumbuh yang bila tersentuh mudah berdarah. Dapat juga menyebabkan liang telinga menyempit,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Tingkatkan Kerja Sama dengan Tiongkok, Pemprov Jateng Tawarkan Sektor Pariwisata

Sementara itu, ia menuturkan, kotoran telinga sebenarnya bisa bergerak keluar dengan  sendirinya. Yaitu ketika sedang mengunyah makanan atau pada saat berbicara. Sehingga tidak perlu pemakaian cotton bud atau sejenisnya untuk usaha membersihkan kotoran di liang telinga.

Menurutnya, pemakaian kapas pentol itu justru dapat menyebabkan kotoran makin lama menumpuk dan mengeras di dalam liang telinga. Sehingga saat sedang mengunyah makanan, kotoran tidak dapat bergerak keluar sendiri. “Akibatnya bila kemasukan air maka telinga dapat tiba-tiba gemrebeg. Terasa penuh atau timbul gangguan pendengaran karena air yang masuk tidak dapat keluar,” terang dr. Dina.

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Lakukan Berbagai Antisipasi Hadapi Pemudik

Kendati demikian, ia membatasi penggunaan cotton bud untuk membersihkan kotoran yang sudah keluar dari liang telinga. Juga dianjurkan dengan bantuan orang lain. “ Dengan syarat kapas dan tangan harus bersih. Ambil (bersihkan, Red) serumen seperlunya,” imbuhnya.

Pihaknya menegaskan, jangan membiasakan penggunaan cotton bud tiap hari atau tiap habis mandi. Jika perlu tidak usah ada korek kuping di rumah. Hal itu sebagai upaya menghindari penggunaan pembersih telinga tersebut.

Dina berpesan, hindari kebiasaan pemakaian pentol kapas dan sejenisnya untuk mengorek telinga. Sebaiknya secara rutin datang kedokter minimal 6 bulan sekali untuk membersihkan telinga. “Mari sayangi telinga kita. Karena pendengaran kita sangat berharga,” tandasnya. (ziz/gih)