Ratusan Napi Ikuti Pendalaman Alkitab

SERAH TERIMA: Petugas Lapas Semarang memberikan sertifikat kepada perwakilan narapidana yang mengikuti pendalaman Alkitab, Senin (30/5). (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Warga binaan yang beragama Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mendapatkan pelayanan pendalaman iman. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 100 narapidana.

Pendalaman agama ini rutin dilakukan setiap dua pekan sekali. Melibatkan para pelayan Tuhan dari Tim Persekutuan Pelayanan Lembaga Lembaga Pemasyarakatan (PPLP).

Selamat Idulfitri 2024

Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji mengatakan, pelayanan memberikan pendalaman agama bagi narapidana ini bertujuan agar lebih mengenal dan mendalami ilmu keagamaan. “Kami beri kesempatan kepada narapidana untuk merasakan dan mengalami kasih, kehadiran, dan pengorbanan Tuhan bagi narapidana yang beragama Nasrani,” ucapnya, Senin (30/5).

Baca juga:  Bappeda Dorong Penguatan Kelembagaan & Penyelesaian Sengketa Informasi melalui FGD

Tak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai rangkaian peringatan Kenaikan Isa Al-Masih tahun 2022. “Harapannya narapidana dapat meningkatkan pemahaman AlKitab dan peningkatan iman serta persaudaraan di antara jemaat nasrani di Lapas,” katanya.

Tri berharap, adanya kegiatan seperti itu para narapidana bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, para narapidana juga tidak terjerumus kembali melakukan tindakan kejahatan.

Sementara itu, salah satu narapidana Yohanes, merasa senang bisa ikut pendalaman agama di Lapasnya.

“Saya dapat memahami arti pentingnya penderitaan, kematian dan kebangkitan, Yesus Kristus dalam hidup orang percaya,” ujar Yohanes terpidana narkoba 5 tahun tersebut.

Baca juga:  Pemkot Semarang Gelar Tebus Paket Suka-suka bagi Warga Terdampak Banjir

Sebagai informasi, narapidana yang mengikuti pendalaman Alkitab ini mendapatkan sertifikat kelulusan dari Kalapas Semarang. Dan menjadi salah satu syarat substantif dalam pengusulan hak-haknya seperti remisi dan pembebasan bersyarat. (dik/ern)