Mengembangkan Sekolah Efektif melalui Strategi PRISMA

Oleh: Farid Suwaryo, S.Pd.
Kepala SDN 2 Kasilib Kec. Wanadadi Kab. Banjarnegara

GUNA meningkatkan kualitas pendidikan, seorang kepala sekolah harus mampu meningkatkan kinerja para guru atau bawahannya, serta mengelola semua sumber daya sekolah dengan sebaik-baiknya. Hal ini tidak mudah dilakukan mengingat banyak faktor yang dapat menjadi penghambat bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai peraturan perundangan yang berlaku..

Selamat Idulfitri 2024

Hal ini juga terjadi pada penulis yang ditugaskan sebagai kepala. Dengan kelebihan yang dimiliki yaitu kelebihan pengetahuan dan pengalaman, ia membantu guru-guru berkembang menjadi guru yang profesional. Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinan kepala sekolah harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen, dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuannya.

Sehubungan dengan itu, kepala sekolah sebagai supervisor berfungsi untuk mengawasi, membangun, mengoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Di samping itu kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan berfungsi mewujudkan hubungan manusiawi (human relationship) yang harmonis dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar personal, agar secara serempak bergerak ke arah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Salah satu kendala yang dihadapi penulis dalam pelaksanaan tugas sebagai kepala sekolah baru di SDN 2 Kasilib Kec. Wanadadi Kab. Banjarnegara adalah masih perlunya pengembangan sekolah di tengah persaingan dalam mendapatkan siswa. Hal ini cukup dipahami, mengingat sekolah tersebut merupakan sekolah yang berprestasi sehingga kehadiran pengembangan sangat dibutuhkan pemikiran dan partisipasi masyarakat  untuk mengelola sekolah yang sarat prestasi tersebut.

Peran aktif masyarakat mulai dari orang tua wali dan stakeholder sangat dibutuhkan untuk pengembangan sekolah. Sumbangsih yang selama ini diberikan oleh masyarakat luar biasa. Pengembangan Full Day dan Boarding School berbasis saham masyarakat bisa jadi menjadi salah implementatif tri pusat Pendidikan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Inovasi dan kreativitas kepala MI dalam menjalan roda perluasan dan pencapaian  prestasi sekolah tentu sangat ditunggu. Dengan membuka jejaring networking dengan semua unsur perlahan tapi pasti memberikan pengaruh dan dampak yang luar biasa. Implementasi partisipasi masyarakat dalam memberikan kontribusi untuk pengembangan sekolah sungguh luar biasa. Konflik tersebut harus dapat dikelola dengan baik agar dapat menjadi sesuatu yang bersifat positif yaitu prestasi sekolah. Konflik tersebut apabila tidak dikelola dengan benar akan berdampak negatif terhadap pengelolaan pendidikan di sekolah tersebut.

Kondisi pro dan kontra yang dihadapi penulis menjadi tantangan tersendiri untuk lebih meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri penulis sehingga mampu diterima di lingkungan baru tersebut dengan lebih baik. Salah satu upaya yang dilakukan penulis dalam melaksanakan tugas sebagai kepala SDN 2 Kasilib Kec. Wanadadi Kab. Banjarnegara adalah dengan menerapkan strategi PRISMA. Dengan strategi ini, diharapkan ego sektoral yang tinggi di semua elemen sekolah yang dapat menimbulkan konflik dan persaingan yang kuat antar elemen dapat diatasi dengan baik.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Langkah-langkah yang dilakukan dalam strategi ini meliputi sebagai berikut. 1) Identifikasi permasalahan, 2) mengumpulkan keterangan/ fakta, 3) melakukan analisis masalah, 4) memberikan jawaban atas masalah, 5) melaksanakan tindak lanjut dan pendisiplinan.

Hasil-hasil yang dapat tercapai tersebut antara lain adalah sebagai berikut. 1) Ego sektoral yang melekat kental pada seluruh elemen sekolah, baik guru, siswa, maupun orang tua siswa pada awal-awal pada penempatan kepala sekolah baru secara bertahap mulai terkikis; 2) Iklim sekolah pada awal-awal pasca penempatan kepala sekolah baru kurang kondusif sebagai akibat dari tingginya ego sektoral yang masih ada pada masing-masing elemen sekolah mulai menjadi semakin kondusif; dan 3) bagi orang tua siswa hendaknya menjadi go public untuk proaktif dalam menanam saham pengembangan sekolah yang modern demi kemajuan putra-putri mereka. (*)