Jigsaw Tingkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPA

Oleh:  Cipto Wiharjo
Guru SDN Ngaluran 3, Kec. Karanganyar, Kab. Demak

SALAH peranan yang amat urgen dalam peningkatan mutu pendidikan adalah ditentukan melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan kegiatan timbal balik antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, serta antara siswa dan lingkungan. Semakin berkualitas proses pembelajaran maka kualitas mutu pendidikan semakin baik.

Selamat Idulfitri 2024

Siswa sebagai subjek pendidikan dituntut aktif dalam belajar mencari informasi dan mengeksplorasi sendiri atau secara berkelompok. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing untuk mengoptimalkan dalam mencapai ilmu pengetahuan yang dipelajari.

Observasi awal keaktifan dan hasil belajar siswa masih rendah pada Ilmu Pengetahuan Alam materi perkembangbiakan tumbuhan vegetatif buatan di kelas 6 SDN Ngaluran 3 Demak. Keaktifan dan pemahaman siswa pada materi belum merata masih ada kesenjangan yang terlihat begitu jelas antar siswa dari masalah tersebut diperlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif, guru perlu mewujudkan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented), guru perlu memilih metode pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu strategi yang dapat dipilih untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penggunaan pendekatan kooperatif Jigsaw.

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kondisi semacam ini, diharapkan tercipta suasana saling ketergantungan antar siswa, sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya berasal dari guru dan buku saja melainkan teman sesama. Dengan partisipasi dan keaktifan, siswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan proses belajar mengajar akan lebih bermakna. Salah satu cara untuk membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran adalah dengan membuat satu tim atau kelompok. Agar siswa dapat bekerjasama dengan baik di dalam kelompoknya, maka mereka perlu diajari keterampilan-keterampilan kooperatif.

Pendekatan kooperatif tipe Jigsaw menurut Julianto (2011: 31) didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompok yang lain. Dengan demikian, siswa saling tergantung satu dengan anggota lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk materi yang ditugaskan.

Adapun langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw sebagai berikut. Pertama, pada pendahuluan guru mengucapkan salam, presensi, apersepsi, motivasi. Kedua, kegiatan inti guru menyampaikan tujuan pembelajaran, membagikan handout dan jobsheet. Peserta didik dikelompokkan ke dalam 5 anggota tim. Setiap anggota tim diberi tugas dengan materi berbeda.

Para siswa dari masing-masing kelompok yang memiliki tugas yang sama berkumpul membentuk kelompok anggota yang baru (kelompok ahli) untuk mengerjakan tugas dan berdiskusi materi mereka. Presentasi dilakukan oleh masing-masing kelompok ahli. Setelah selesai, diskusi sebagai tim ahli setiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan setiap anggota lainnya mendengarkan. Guru meminta siswa mengerjakan tugas membuat macam-macam pola. Guru mengevaluasi hasil pekerjaan siswa. Ketiga, kegiatan penutup guru mempersilahkan siswa untuk bertanya, guru dan siswa mengadakan refleksi pelajaran.

Kelebihan pendekatan kooperatif metode Jigsaw. Antara lain, 1) meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain; 2) siswa tidak hanya mempelajari dan mengerjakan materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengerjakan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain, sehingga pengetahuannya jadi bertambah ; 3) menerima keragaman dan menjalin hubungan sosial yang baik dalam hubungan belajar; 4) meningkatkan kerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.

Dari strategi pendekatan kooperatif Jigsaw yang digunakan pada pelajaran ilmu pengetahuan alam, materi perkembangbiakan vegetatif buatan dapat memberikan hasil yang diharapkan keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat. (*)