Media Lagu untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis

Oleh: Ardiya Pratama, S.Pd
Guru SDN Jungsemi 1 Wedung, Kab. Demak

DUNIA pendidikan memiliki berbagai permasalahan yang komplek. Salah satunya adalah permasalahan tentang rendahnya kualitas hasil belajar siswa. Hal ini juga terjadi pada sekolah penulis. Salah satunya adalah pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 Sekolah Dasar (SD), khususnya pada kompetensi keterampilan menulis. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus agar tidak berakibat fatal. Sebab, keterampilan menulis memang harus dikuasai sejak pendidikan SD yang menjadi landasan tingkatan pendidikan selanjutnya dan akan selalu berkesinambungan.

Selamat Idulfitri 2024

Rendahnya kualitas hasil belajar siswa khususnya pada kompetensi keterampilan menulis bisa terjadi karena kurang menariknya pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa kurang termotivasi dalam menggali gagasan/ide untuk kemudian dituangkan dalam tulisan, atau metode pembelajaran masih kurang inovatif.

Berbagai masalah yang dihadapi memberikan dampak pada hasil belajar kelas 4 di  SDN Jungsemi 1 Wedung. Hal ini dibuktikan dengan dilakukanya tes dengan kompetensi dasar menulis sebuah cerita fiktif pada pembelajaran Bahasa Indonesia yang menunjukkan hasil bahwa hanya terdapat 50% siswa yang lulus kriteria ketuntasan minimal (KKM) dari total 24 keseluruhan siswa. Oleh karena itu, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa keterampilan menulis siswa masih rendah yang mana hal tersebut tentu berkaitan dengan keterampilan peserta didik dalam menuangkan ide.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Setelah melakukan diskusi dengan atasan dan rekan sejawat, maka dalam pembelajaran penulis menerapkan penggunaan media lagu sebagai solusi. Media lagu sangat sesuai dan menjadi sarana yang tepat bagi siswa karena di usia mereka, imajinasinya masih sangat luas sehingga tepat bila lagu menjadi penggugah gagasan serta minat dalam menulis. Sebuah lagu juga tentu menyajikan macam-macam diksi yang mampu menjadi referensi kata-kata yang akan membantu siswa dalam menulis sebuah karangan.

Dengan sebuah lagu, maka peserta didik juga akan mudah terbawa dalam suasana sehingga diharapkan peserta didik akan mampu menuliskan gagasan/ide yang ada di dalam pikirannya. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat pendapat Lazanov (Dalam Bobbie De Porter, 2006: 73) yang menyatakan bahwa musik berpengaruh pada guru dan siswa. Guru dapat menggunakan lagu untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa, dan mendukung lingkungan belajar siswa.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dalam penerapanya tentu dibutuhkan sebuah proses yang matang agar dapat menghasilkan sebuah hasil yang optimal dan seperti yang diharapkan. Langkah awal tentu adalah persiapan perangkat pembelajarannya, seperti skenario apa yang akan diterapkan pada pembelajaran. Pertama-tama tentu dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran akan termuat tujuan pembelajaran apa yang akan dicapai yaitu tentang materi keterampilan menulis karangan fiktif. Kemudian, guru memutarkan beberapa lagu sehingga siswa mempunyai berbagai macam referensi. Dan langkah terakhir siswa menulis sebuah  karangan berdasarkan contoh salah satu lagu yang telah dipilihnya, dan tidak lupa tentu guru juga akan membahas dan mengevaluasi hasil tulisan karangan siswa. Saat penerapan pembelajaran, keterampilan menulis menggunakan media sebuah lagu suasana pembelajaran sangat berbeda dari biasanya, siswa terlihat sangat bersemangat, siswa juga aktif bertanya, dan juga pembelajaran terasa sangat menyenangkan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Setelah dilakukan evaluasi, hasil tulisan karangan siswa ternyata mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, terbukti dari meningkatnya peserta didik dalam memahami indikator dalam penilaian menulis karangan, seperti pengembangan ide, alur cerita, penentuan sudut pandang, dan indikator penggunaan ejaan dan tanda baca. Secara keseluruhan, maka skor penulisan karangan siswa mengalami peningkatan dari tes sebelumnya yaitu meningkatnya persentase kelulusan KKM dari 50% menjadi 87,5 % atau 21 siswa lulus KKM dari jumlah keseluruhan 24.

Oleh karena itu, berdasarkan pembelajaran yang saya terapkan di kelas maka saya menyimpulkan bahwa penerapan sebuah media pembelajaran lagu mampu menggugah ide yang kemudian memotivasi siswa untuk menuangkan dalam sebuah tulisan yang berarti mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam kompetensi menulis. (*)