Pembelajaran Aktif Asik dan Menyenangkan dengan Game Education

Oleh: Diah Apriliani, S.Pd
Guru SDN Dempet 1, Kec. Dempet, Kab. Demak 

DI abad 21 ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sedang gencar-gencarnya menyuarakan kurikulum Merdeka Belajar. Oleh Mendikbud Ristek, Bapak Nadiem Makarim mengharapkan di abad 21 ini kurikulum yang akan digunakan adalah kurikulum Merdeka Belajar. Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, pengertian kurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di sini, para pelajar (baik siswa maupun mahasiswa) dapat memilih pelajaran apa yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan, bahwa pembelajaran harus dikemas sedemikian rupa sesuai dengan bakat dan minat dari para peserta didik.

Selamat Idulfitri 2024

Agar para peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai dengan bakat dan minatnya, maka pembelajaran harus dilakukan dengan suasana yang asik dan menyenangkan. Untuk menghadirkan suasana yang asik dan menyenangkan maka salah satunya dalam pembelajaran diterapkan pembelajaran dengan model game education.

Game education adalah sebuah permainan dalam pembelajaran, dimana materi yang akan diajarkan dikemas menjadi sebuah permainan. Dengan game education, peserta didik tidak akan merasa jenuh dan malas dalam mengikuti pembelajaran, karena mereka belajar seperti bermain. Game education bisa digunakan untuk semua materi pembelajaran dan untuk semua usia peserta didik.

Adapun penerapan game education diantaranya materi diajarkan dengan cara main dadu. Peserta didik diajak bermain permainan dadu, dimana di setiap papan tempat berhenti diberi pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Setiap peserta didik yang menempati papan harus menjawab pertanyaan yang ada. Bagi siswa yang tidak dapat menjawab akan mendapat hukuman dari peserta didik lainya. Jika peserta didik yang mendapat giliran bisa menjawab maka dia berhak menghukum temannya. Hukuman yang diberikan bukanlah hukuman yang berupa kekerasan.

Selain permainan dadu, permainan jamuran juga bisa digunakan untuk mengemas materi yang akan diajarkan dengan game education dan masih banyak permainan yang lain yang dapat dijadikan game education, semua tergantung kreatifitas pendidik dalam mengemas pembelajaran menjadi game education.

Game education dalam pembelajaran membuat anak menjadi lebih aktif dan menikmati pembelajaran, sehingga peserta didik merasa asik dan menikmati pembelajaran yang telah disampaikan. Suasana yang aktif, asik, dan menyenangkan dalam mengikuti pembelajaran dengan game education tersebut terlihat pada saat pengamatan yang dilakukan di SD Negeri Dempet 1 kelas 5.

Sebelum pembelajaran dilakukan menggunakan game education, para peserta didik banyak yang pasif dan kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan. Hanya siswa yang pandai saja yang semangat mengikuti pembelajaran dengan aktif, sedang lainnya merasa bosan mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung. Setelah pembelajaran dilakukan dengan game education peserta didik menjadi aktif, karena mereka merasa berminat dalam mengikuti pembelajaran. Game education menampilkan pembelajaran serasa sedang mengikuti sebuah permainan, bukan serasa belajar secara utuh. Dengan demikian, peserta didik lebih tertarik, aktif, dan merasa menyenangkan dalam mengikuti pembelajaran.

Game education bisa dijadikan salah satu alternatif untuk menciptakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka belajar. Kurikulum yang bertitik pada peserta didik, dimana pembelajaran dilakukan sesuai dengan minat peserta didik. Dengan demikian, kita bisa menciptakan merdeka belajar untuk para peserta didik. Peserta didik bisa mengikuti pembelajaran sesuai dengan bakat minat mereka serta dapat belajar dengan aktif, asik, dan menyenangkan. Sehingga kurikulum yang disuarakan oleh Kemendikbud dapat dilaksanakan dengan baik. (*)