Oleh: Teguh Iskandar, S.Pd
Guru Geografi SMA Negeri 1 Mijen, Kab. Demak
GLOBALISASI, istilah yang sudah tak asing lagi di telinga kita, terutama pada era digital seperti saat ini. Istilah ini diartikan sebagai suatu proses terhubungnya kehidupan setiap individu di dunia dalam berbagai hal. Kemajuan teknologi membuat jarak antarnegara bukan menjadi halangan. Manusia dapat bertukar informasi hanya dengan sekejap melalui gawai berbantu koneksi internet. Oleh karena itu, adanya globalisasi menyebabkan masyarakat di dunia akan saling bergantung sehingga tercipta tatanan hidup baru. Hal ini bisa mengarah pada hal yang positif dan negatif.
Globalisasi memberikan pengaruh positif pada kemajuan kehidupan masyarakat dalam berbagi hal. Masyarakat menjadi lebih melek teknologi dan tidak ketinggalan perkembangan zaman. Bahkan, globalisasi juga membantu meningkatkan perekonomian negara melalui kerja sama yang dijalin dengan negara lain. Namun, kecanggihan teknologi ini bisa menjadi pisau bermata dua jika masyarakat tidak menyaring informasi yang diperoleh.
Kemajuan teknologi membuat berbagai informasi dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Jika masyarakat tidak menyaringnya, hal ini akan mengancam jati diri bangsa. Salah satunya yaitu masuknya budaya asing seperti Korean Wave atau Demam Korea. Menyikapi hal tersebut, diperlukan suatu pembelajaran yang memberikan penguatan karakter kepada peserta didik. Salah satunya yaitu melaksanakan studi lapangan terkait pengaruh budaya asing terhadap karakter bangsa.
Di dalam pelaksanaannya, penulis selaku Guru Geografi di SMA Negeri 1 Mijen meminta peserta didik untuk berkelompok dan melakukan studi lapangan terkait pengaruh budaya asing, dalam hal ini Demam Korea di lingkungan sekolah. Sebelumnya, guru memberikan pengantar materi agar di dalam melaksanakan studi lapangan agar peserta didik tidak mengalami kesulitan.
Selanjutnya, peserta didik diminta untuk mengobservasi jenis budaya asing yang tengah terjadi di lingkungan sekolah. Peserta didik mengumpulkan data untuk selanjutnya dianalisis. Setelah mendapatkan data dan dianalisis, peserta didik diminta untuk memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi dalam penguatan karakter bangsa. Data yang diperoleh beserta hasil analisis dan solusinya dipresentasikan di depan kelas dan ditanggapi oleh kelompok lain. Dengan demikian, peserta didik tidak akan merasa terbebani dengan teori-teori, tetapi mereka akan lebih mengeksplorasi diri di lapangan. Akibatnya, pembelajaran bermakna pun akan tercipta, yakni pembelajaran yang menyenangkan tetapi materi tersampaikan sesuai kompetensi yang diharapkan. Selain itu, penanaman pendidikan karakter juga terpenuhi dalam pembelajaran ini.
Globalisasi memang tidak dapat dihindari tetapi dapat disikapi. Mengikuti perkembangan zaman sangat diperlukan, tetapi jangan menerimanya secara mentah-mentah. Perlu ditelisik hal-hal yang sesuai dengan batasan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Guru sebagai tenaga pendidik harus mampu mengarahkan peserta didiknya untuk menjadi generasi yang melek teknologi tetapi juga tetap bermartabat dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, mari terus berbenah untuk menyajikan pembelajaran yang bermakna demi kelangsungan hidup bangsa agar tak tergerus perkembangan dunia. (*)