Tingkatkan Kemampuan Membaca Permulaan dengan Tubokas

Oleh: Ainur Rahmawati
Guru Kelas SD Negeri 2 Badran, Kabupaten Temanggung

MEMBACA permulaan merupakan tahap awal dalam belajar membaca yang difokuskan kepada mengenal simbol- simbol atau tanda-tanda yang berkaitan dengan hurf-huruf sehingga menjadi pondasi agar anak dapat melanjutkan ketahap membaca permulaan (Darwadi 2002).

Selamat Idulfitri 2024

Namun kondisi yang terjadi di kelas I SD Negeri 2 Badran Kabupaten Temanggung cukup memprihatinkan. Masih banyak yang kesulitan dalam membaca. Hal ini terlihat saat pembelajaran membaca, guru menuliskan kalimat di papan tulis untuk membantu peserta didik dalam membaca, ternyata sebagian dari peserta didik masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan tulisan yang ada di papan tulis, selain itu sebagian peserta didik juga belum tepat dan lancar saat membaca. Peserta didik membaca dengan terbata-bata, peserta didik mengalami kesulitan dalam membunyikan huruf, suku kata, dan kalimat sederhana, ada juga peserta didik yang merasa ragu untuk melafalkan bacaannya dengan lancar. Bahkan ada peserta didik yang belum bisa membaca. Selain kelancaran membaca masih rendah, peserta didik dalam mengucapkan lafal juga masih kurang tepat. Pada saat peserta didik membaca bahan bacaan, lafal peserta didik masih terpengaruh penggunakan hahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mengakibatkan cara membaca peserta didik kurang baik dan tidak sesuai dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Pada saat membaca, intonasi peserta didik juga masih kurang tepat. Variasi irama dan tekanan sama sekali, dalam membaca volume suara peserta didik masih terdengar lirih pada saat, membaca, sebagian peserta didik merasa malu untuk membaca dengan keras karena takut salah membaca.

Maka perlu ditingkatkan kreativitas dan inovasi guru, salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang membuat peserta didik banyak melakukan aktivitas. Dengan banyaknya aktivitas diharapkan dapat menimbulkan rasa senang dan antusias peserta didik dalam belajar. Dengan demikian kemampuan membaca peserta didik akan menjadi lebih baik dan hasil belajarnya semakin meningkat.

Penggunaan media pembelajaran diharapkan dapat membantu dalam membaca permulaan bagi peserta didik kelas 1 SD, hal ini dikarenakan anak kelas 1 SD yang pada umumnya berusia enam tahun masih berada pada taraf berfikir konkret, yaitu anak akan mudah mengenali hal-hal yang bersifat nyata. Disamping itu, dengan alat bantu yang digunakan oleh guru secara bervariasi akan membangkitkan minat peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Salah satu media yang memungkinkan digunakan oleh guru dalam pengajaran membaca permulaan ini adalah media tubokas yang dikemas dalam bentuk permainan. Pilihan ini didasarkan pada pendapat bahwa usia peserta didik SD adalah usia bermain, diharapkan peserta didik lebih tertarik untuk belajar karena peserta didik belajar sambil bermain.

Tubokas merupakan akronim dari tutup botol bekas yang berbahan dari triplek bekas dan tutup botol bekas. Tubokas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan yang berfokus pada aktifitas dan hasil belajar peserta didik. Tubokas adalah sebuah alat permainan yang unik dan menarik. Permainan ini berasal dari papan bekas yang berbentuk persegi panjang dan dilapisi dengan cat yang berwarna-warni. Pada papan tersebut diberi gambar lingkaran kecil-kecil sesuai dengan ukuran tutup botol bekas, yaitu untuk meletakkan tutup botol bekas agar rapi ketika merangkai kata-kata.

Sehingga melalui penggunaan media Tubokas di kelas I SD Negeri 2 Badran Kabupaten Temanggung dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Dengan media Tubokas, siswa kelas I lebih termotivasi, aktif, serta kreatif dalam merangkai huruf menjadi kata yang bermakna, hingga tercipta kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Hasil penilaian akhir membaca permulaan dengan media tubokas juga mengalami peningkatan yang signifikan. (*)