Tingkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi dengan Model Creative Problem Solving

Oleh: Susi Yulihastuti, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Mayong, Kab. Jepara

MENULIS teks eksplanasi merupakan salah kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum 2013. Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 mengharuskan peserta didik untuk lebih aktif dari pendidik. Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran Bahasa Indonesia yang mampu memberikan perubahan bagi peserta didik, meliputi perubahan sikap dan cara berpikir peserta didik.

Selamat Idulfitri 2024

Berdasarkan tujuan tersebut, diperlukan media dan model pembelajaran yang membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Pemilihan media pembelajaran berperan penting pada proses pembelajaran. Pendidik masih kurang dalam penggunaan media pembelajaran. Media dapat membantu tugas pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, media juga dapat membantu pendidik untuk mematangkan konsep atau gagasan yang ada.

Penggunaan media pembelajaran dapat menstimulus peserta didik untuk berpikir aktif dan kreatif, sehingga mempermudah peserta menuangkan idenya dalam bentuk teks eksplanasi. Media animasi dan media audiovisual peristiwa alam dianggap cocok digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis teks eksplanasi. Perpaduan antara media audio dan media visual dapat menarik minat peserta didik dalam proses pembelajaran. Peserta didik akan lebih mudah memahami materi dengan adanya media pembelajaran.

Media animasi merupakan media olahan tangan yang berupa gambar bergerak dan beberapa diantaranya dapat bersuara. Menurut Yulyani (2015: 106), media animasi memiliki banyak keuntungan dalam penggunaannya di berbagai aspek. Kelebihan media animasi apabila digunakan dalam proses pembelajaran antara lain, (1) memudahkan pendidik untuk menyajikan informasi mengenai proses yang cukup kompleks; (2) perhatian peserta didik lebih mudah dikuasai oleh pendidik; (3) mempermudah dan memperjelaskan pendidik untuk menyampaikan materi; (4) media animasi yang digunakan dapat digunakan secara berulang.

Media audiovisual merupakan media yang dapat menampilkan unsur gambar dan suara secara terpadu pada saat mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media audiovisual dapat mengungkapkan objek dan peristiwa seperti keadaan yang sesungguhnya.

Media audiovisual memiliki beberapa kelebihan apabila diterapkan dalam pembelajaran. Diantaranya, (1) video bisa me perhatian untuk periode yang singkat dari rangsangan lainnya; (2) demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya. sehingga dalam waktu mengajar pendidik dapat memusatkan perhatian dan penyajiannya; (3) video bisa menghemat waktu dan rekaman dapat diputar berulang-ulang.

Selain pemilihan media pembelajaran, pemilihan model dalam proses pembelajaran juga memiliki peranan penting dalam sebuah pembelajaran. Model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik berpikir kritis dan kreatif adalah model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). CPS merupakan variasi dalam pembelajaran penyelesaian masalah dengan sistematis sehingga dalam penyelesaian masalahnya dapat terorganisir dengan baik. Hal tersebut dikarenakan model ini dapat membantu peserta didik untuk memecahkan masalah yang ada dengan mudah.

Model CPS memungkinkan peserta didik untuk berhadapan dengan masalah yang menjadi materi pembelajaran secara langsung, sehingga peserta didik akan lebih paham terkait materi pembelajaran yang disampaikan. Pembelajaran dengan dengan model Creative Problem Solving dengan keterampilan menulis memiliki kelebihan. (1) Menyamakan ide yang dimiliki oleh kelompok dan memungkin lebih banyak orang introvert untuk mengkomunikasikan pikiran/ide mereka. (2) Materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami. (3) Proses pembelajaran memiliki suasana yang menyenangkan karena peserta didik bekerja dalam kelompok.

Kemudian, (4) memberikan peluang untuk menstimulasi pikiran/ide orang lain secara sengaja. (5) Memungkinkan untuk mengubah suasana kelas yang sebelumnya diam menjadi keras dan riuh. Pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan media audiovisual peristiwa alam dengan model Creative Problem Solving telah memenuhi kriteria keefektifan. (*)