UMKM  

Bisnis Jasa Angkut Pick Up Menjanjikan

SIAP ANTAR: Rais Nurhalim telah selesai packing barang angkutan di pickupnya, belum lama ini. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

Banyak peluang bisnis yang bisa dijalankan di Kota Semarang. Tinggal bagaimana kita pandai mengamati dan menekuninya. Bisnis jasa angkut menggunakan pick up bisa menjadi salah satu inspirasi.

BISNIS penyewaan jasa angkutan pick up dinilai cukup menjanjikan. Pasalnya, berbagai tempat khususnya di Kota Semarang layanan tersebut gampang ditemui di pinggir jalanan maupun beredar di media sosial.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu pebisnis jasa angkutan pick up di Kota Semarang, Rais Nur Halim menjelaskan, bisnisnya tergolong mudah dan terjangkau. Ia bersama keluarganya tinggal menyiapkan dana untuk membeli mobil pick up hingga peralatan penunjang bisnisnya itu.

Menurutnya, bisnis tersebut bukan bisnis musiman saja. Sebab, di Kota Semarang banyak orang yang membutuhkan jasa angkut.

“Kita hanya tinggal menunggu para pengguna jasa angkut yang memiliki kepentingan hendak mengirimkan barangnya ke dalam kota maupun luar kota.  Prospek bisnis jasa angkut amatlah menjanjikan. Bisa dijalankan seumur hidup,” ucap Rais, warga Pedurungan saat ditemui, belum lama ini.

Ia menyebut, bisnis jasa angkutan pick up tak membuat khawatir. Karena tidak memikirkan produksi atau pengadaan barang. “Risiko yang muncul paling adanya keterlambatan barang karena faktor alam atau human error. Dan tidak lupa pihak dari kami selalu berkomunikasi baik dengan pengirim dan penerima jika adanya keterlambatan atau sesuatu hal,” katanya.

Di sisi lain, Rais menceritakan dengan bisnisnya itu, ia juga bisa mendapatkan jaringan orang-orang hebat maupun sesama pebisnis. Dari situ, ia bisa memanfaatkan untuk saling tukar pendapat atau pengalaman dengan jaringan yang sudah dibangun.

“Jadi tanpa kita sadari, kita telah memiliki list beberapa pengirim yang telah menjadi aset kita dalam berbisnis. Kita bisa bertukar pikiran dengan mereka dan meminta mereka men-sharing bagaimana lika-liku mereka menjalankan bisnisnya. Bukan tidak mungkin, kita akan bisa menjalin bisnis baru dengan mereka,” paparnya. (dik/gih)