Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini bagi Tumbuh Kembang Anak

Oleh: Sumiyati, S.Pd
Guru TK Pamardi Siwi Ngaluran, Kec. Karanganyar, Kec. Demak

PENDIDIKAN merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu, setiap warga negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), dasar, menengah maupun tinggi. Kebanyakan anak-anak Indonesia dalam proses masuk ke lembaga pendidikan, mengabaikan pendidikan PAUD. Padahal untuk membiasakan diri dan mengembangkan pola pikir anak, pendidikan sejak usia dini mutlak diperlukan.

Selamat Idulfitri 2024

Tiga tahun pertama anak merupakan usia emas untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, saat ini banyak di dengungkan terkait pentingnya PAUD. Sayangnya, banyak orang tua menganggap PAUD tidak begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa bermain. Padahal, 70 persen pembentuk karakter manusia dimulai dari usia 0 sampai 3 tahun. Anak-anak berhak mendapat saran pendidikan yang nyaman, penuh kasih sayang, dan dalam lingkungan mendukung, kata “NOVITA TANDRY” Director Tumble Tots Indonesia di acara peresmian SGM Prestasi Center, Jakarta.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pendidikan anak usia dini adalah upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan memberikan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan ketrampilan anak. PAUD merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada perkembangan dan pertumbuhan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar, red), kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, serta kecerdasan spiritual.

Terdapat dua hal penting untuk membantu perkembangan anak yang optimal. Yakni nutrisi dan stimulasi. Nutrisi harus sesuai tumbuh kembang anak, begitu pula dengan stimulasinya. Dengan dukungan menyeluruh, penggabungan nutrisi dan stimulasi yang sesuai dengan usia perkembangan, bisa menciptakan anak-anak yang berprestasi. Sesuai dengan keunikan dan pertumbuhan anak usia dini, maka penyelenggaraan pendidikan bagi anak usia dini disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak usia dini.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Orang tua memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak. Oleh karena itu, masa depan dan kepribadian anak akan sangat bergantung pada peran ibu dalam proses pendidikannya. Terutama dalam PAUD, yaitu usia 0-6 tahun dan 6-16 tahun. Namun demikian, ayah juga memiliki peran yang tidak kalah penting, terutama dalam proses pembentukan karakter atau character building.

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa terjadi pada usia 4 tahun, perkembangan jaringan otak mencapai 80 persen ketika anak berumur 8 tahun, dan mencapai puncaknya ketika anak 18 tahun. Setelah itu, walaupun dilakukan perbaikan nutrisi, tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, di mana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Lembaga PAUD saat ini telah mengajarkan anak tentang dasar-dasar dalam cara belajar. Di usianya yang masih sangat dini, anak akan diperkenalkan terlebih dahulu sebuah fondasi. Mereka akan mengetahui semuanya sedikit demi sedikit, melalui apa yang mereka lihat dan pelajari. Sembari bermain, anak diajarkan bagaimana cara yang tepat dalam bersosialisasi, mengatur waktu, dan menguasai berbagai macam bahasa. (*)