Strategi Belajar Kegiatan Ekonomi dengan Model Role Playing

Oleh: Kukuh Andy Aprilianto
Guru SDN 03 Susukan, Kec. Comal, Kab.Pemalang

DALAM melaksanakan pembelajaran anak usia SD seyogyanya disesuaikan dengan perkembangan karakteristik diantaranya senang bermain, senang bergerak, senang belajar kelompok, senang melakukan atau memeragakan sendiri. Anak usia SD juga cenderung senang belajar dengan hal yang bersifat konkret, dimana pembelajaran konkret menggunakan objek yang sesungguhnya yang akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari berbagai hal terutama yang menyangkut pengembangan keterampilan, sehingga akan meningkatkan proses dan hasil belajar siswa di SD Negeri 03 Susukan.

Selamat Idulfitri 2024

Strategi dalam mengenalkan materi pembelajaran kegiatan ekonomi kepada siswa akan lebih mudah dipahami dengan menggunakan model pembelajaran role playing atau bermain peran. Dengan model pembelajaran role playing siswa akan belajar bermain peran atau memerankan langsung suatu tokoh yang ada dalam materi atau peristiwa kegiatan ekonomi di masyarakat. Menurut Corsini, (dalam Tatiek 92001: 99) mengemukakan bahwa bermain peran suatu alat belajar yang mengembangkan keterampilan-keterampilan dan pengertian-pengertian mengenai hubungan antar manusia dengan jalan memerankan situasi-situasi yang paralel dengan yang terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Sebelum siswa bermain peran dalam pembelajaran kegiatan ekonomi, guru terlebih dahulu memaparkan materi dan mempraktikkannya, bahwa kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan, barang, atau jasa tertentu dengan tujuan mencapai kesejahteraan dalam hidupnya. Macam-macam kegiatan ekonomi diantaranya kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Kegiatan produksi adalah suatu kegiatan menghasilkan barang dan jasa, orang yang melakukan kegiatan ini disebut produsen. Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang hasil produksi dari produsen kepada konsumen, orang yang melakukan kegiatan ini disebut distributor. Kegiatan konsumsi adalah kegiatan memakai barang-barang hasil produksi, orang yang melakukan kegiatan ini disebut konsumen. Mata pencaharian penduduk di suatu daerah juga berbeda-beda, lingkungan memengaruhi mata pencaharian penduduk di suatu daerah, mata pencaharian penduduk di suatu daerah berbeda dengan daerah lain. Mata pencaharian penduduk di daerah pesisir pantai berbeda dengan penduduk di daerah dataran rendah maupun di dataran tinggi.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Setelah siswa memahami materi pembelajaran, dari jumlah siswa sebanyak 30 siswa laki-laki dan perempuan dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa laki-laki dan perempuan, setiap siswa mendapat tugas memerankan tokoh kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi secara bergantian. Dari 5 kelompok dibagi untuk memerankan tokoh penduduk yang bermata pencaharian di daerah pantai, penduduk di daerah dataran rendah, penduduk di daerah dataran tinggi, penduduk di desa, atau penduduk di kota.

Penduduk di daerah pantai bermata pencaharian sebagai nelayan, petani tambak, pedagang, petani garam, dan perajin. Penduduk di daerah dataran rendah bermata pencaharian sebagai buruh, petani, pedagang, dan peternak. Penduduk di daerah dataran tinggi bermata pencaharian sebagai petani, peternak, pedagang, dan pekerja perkebunan, misalnya teh, kopi, dan cengkeh. Penduduk di desa bermata pencaharian sebagai petani, peternak, perajin, pedagang, buruh tani dan perkebunan. Sedangkan penduduk di kota bermata pencaharian sebagai pekerja jasa (pegawai bank, konsultan, pengacara, sopir), karyawan, pedagang, dan buruh pabrik.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Siswa sangat antusias dan bersemangat bermain peran dalam pembelajaran kegiatan ekonomi, mereka silih berganti memerankan tokoh dalam kegiatan produksi, distribusi, maupun konsumsi secara bergantian baik penduduk yang bermata pencaharian di daerah pantai, penduduk di daerah dataran rendah, penduduk di daerah dataran tinggi, penduduk di desa, atau penduduk di kota. Dari pengalaman mereka bermain peran dalam pembelajaran kegiatan ekonomi maupun pembelajaran lainnya diharapkan akan tertanam dan terlatih jiwa sosial bermasyarakat yang baik bagi siswa sejak dini. (*)