Peer Tutoring Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Oleh: Widiyaningrum Dewi, S.Pd.
Guru SDN 01 Wiyorowetan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

MATEMATIKA merupakan ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir (bernalar) dan terbentuk dari pengalaman. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, baik tingkat dasar, menengah pertama, maupun menengah atas. Dalam pembelajaran matematika, seorang guru memerlukan metode pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat, motivasi belajar, dan memberi pengalaman nyata dalam kehidupan. Oleh karena itu, sebelum menentukan metode pembelajaran, guru harus mengenali karakteristik siswa sehingga metode pembelajaran yang diterapkan dapat membuat siswa mudah memahami materi dan tidak mudah merasa bosan. Tujuan pembelajaran pun dapat tercapai optimal.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu metode pembelajaran yang dapat memotivasi dan mengaktifkan siswa belajar dalam pembelajaran matematika pada kompetensi dasar pola bilangan sesuai silabus kurikulum 2013 (kondisi khusus) kelas 1 semester 2 tahun pelajaran 2021/2022 di SDN 01 Wiyorowetan adalah metode peer tutoring/tutor sebaya. Tutor sebaya berarti siswa mengajar siswa lainnya atau yang berperan sebagai pengajar (tutor) adalah siswa. Metode tutor sebaya adalah bimbingan atau bantuan yang diberikan kepada orang lain dengan umur yang sebaya. Menurut Anita Lie (2004:7), pengajaran oleh rekan sebaya (tutor sebaya) ternyata lebih efektif daripada pengajaran oleh guru. Hal ini disebabkan latar belakang dan pengalaman para siswa mirip satu dengan lainnya dibanding dengan skemata guru.

Metode tutor sebaya adalah cara pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan teman sebaya untuk saling bertukar pikir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Dimana dalam pembelajaran ini, siswa yang menjadi tutor hendaknya mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan teman lainnya, sehingga ketika bimbingan mampu menguasai bahan yang akan disampaikan.

Menurut Silbermean dalam Darsono (2020:31), metode peer tutoring dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. a) Guru menyusun kelompok belajar, setiap kelompok beranggota 3-4 orang yang memiliki kemampuan beragam. Setiap kelompok minimal memiliki satu orang siswa yang memiliki kemampuan tinggi untuk menjadi tutor teman sejawat. b) Guru menjelaskan tentang cara penyelesaian tugas melalui belajar kelompok dengan metode peer teaching, wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok, dan memberi penjelasan tentang mekanisme penilaian tugas melalui peer assessment dan self-assessment.

Kemudian, c) guru menjelaskan materi kepada semua siswa dan memberi peluang tanya jawab apabila terdapat materi yang belum jelas. d) Guru memberi tugas dengan catatan siswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas dapat meminta bimbingan kepada teman yang ditunjuk sebagai tutor/guru. e) Guru mengamati aktivitas belajar dan memberi penilaian kompetensi. f) Guru, tutor, dan siswa memberikan evaluasi proses belajar mengajar untuk menetapkan tindak lanjut kegiatan pembelajaran berikutnya.

Metode pembelajaran peer tutoring memiliki beberapa kelebihan. Sebagaimana pendapat Trianto dalam Darsono (2020:32), kelebihan metode peer tutoring antara lain: meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran, meningkatkan interaktif sosial siswa dalam pembelajaran, mendorong siswa ke arah berpikir tingkat tinggi, mengembangkan keterampilan bekerja dalam kelompok, meningkatkan rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri, membangun semangat bekerja sama, meningkatkan hasil belajar, mempererat hubungan antar siswa sehingga mempertebal perasaan sosial dan rasa solidaritas antar siswa.

Model pembelajaran peer tutoring menjadikan siswa lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti proses pembelajaran, dikarenakan ada kenyamanan, ketenangan, dan kegembiraan belajar dengan teman sendiri, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan rencana. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran ini efektif membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar. (*)