Meningkatkan Ketrampilan Membaca Menyenangkan dengan Kartu Kata

Oleh: Rini Sulistyowati, S.Pd.SD.
Guru SD Negeri 01 Gintung Kec. Comal Kab. Pemalang

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia, yang selalu mengalami perubahan, perkembangan, dan perbaikan seiring perkembangan segala bidang kehidupan, yang mana perubahan dan perkembangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih baik. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD memiliki empat ketrampilan antara lain membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Keempat ketrampilan inilah yang menjadi dasar bagi kurikulum pendidikan di Indonesia, khususnya ketrampilan membaca yang harus dikuasai oleh peserta didik sekolah dasar. Kemampuan membaca sangat berkaitan dengan proses pembelajaran, dengan terampil membaca pula banyak informasi yang diperoleh sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.

Selamat Idulfitri 2024

Pada peserta didik kelas I di SD Negeri 01 Gintung, kami menemui bahwa tingkat ketrampilan membaca masih rendah, sehingga berpengaruh juga pada kemampuan pemahaman materi. Rendahnya kemampuan ketrampilan membaca disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor dari guru dan peserta didik. Faktor guru yang dimaksud adalah kurangnya pembiasaan membaca pada awal pembelajaran (pada kegiatan literasi), dan kurangnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Sedangkan faktor dari peserta didik, yaitu rendahnya tingkat kemampuan ketrampilan membaca.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dari permasalahan di atas, kemudian dilakukan penerapan penggunaan media kartu kata yang diaplikasikan dalam bentuk permainan. Hal itu bertujuan untuk membangkitkan kegembiraan peserta didik dan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Sehingga peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan ketrampilan membaca. Dengan permainan kartu kata, proses pembelajaran akan lebih menarik. Sehingga motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran lebih meningkat. Penerapan permainan kartu kata ini juga dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik, untuk aktif dan memberikan pengalaman kegiatan belajar yang menyenangkan karena mereka bisa bermain sambil belajar.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Adapun persiapan sebelum pembelajaran adalah, pertama guru menginventarisasi dan menentukan kata-kata yang akan diajarkan dalam pembelajaran sesuai dengan tema. Contoh temanya adalah “Peristiwa Siang dan Malam”, maka-kata yang dipilih adalah kata-kata yang berkaitan dengan peristiwa siang dan malam. Selanjutnya guru membuat kartu kata dari kertas cover yang dipotong persegi panjang, dengan ukuran 20 cm x 8 cm berisi kosakata yang sudah dipilih di atas dengan ketentuan satu kartu satu kata, kemudian guru juga membuat kartu suku kata berupa kertas yang dipotong berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10 cm x 8 cm yang berisi suku kata dari kosakata terpilih. Contohnya seperti kartu kata bulan, maka kartu suku katanya ada dua yaitu bu dan lan. Warna kertas pada kartu suku kata dibedakan dengan warna kertas pada kartu kata agar anak lebih mudah memilih. Terakhir, guru menyiapkan papan panel sebagai tempat menempel kartu kata atau kartu suku kata.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Langkah-langkah kegiatannya adalah guru menanyakan beberapa kata yang berkaitan dengan peristiwa siang dan malam, kemudian guru menempel kartu kata pada papan panel berdasarkan kata yang disebutkan siswa, lalu meminta siswa bersama-sama mengucapkan kata tersebut, guru juga bisa meminta beberapa siswa untuk membacanya. Kegiatan ini dilakukan hingga semua kata yang ada ditempel di papan panel. Selanjutnya guru menyuruh siswa berlatih membaca dalam hati, lalu menugasi siswa mencari pasangan suku kata dari kata yang tertempel dengan cara memasang di bawahnya dan disuruh membaca keras.

Dengan penggunaan media kartu kata, terbukti dapat  membangkitkan kegembiraan pada peserta didik, pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, peserta didik lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga meningkatkan ketrampilan membaca peserta didik. (*)