Penanaman Pendidikan Karakter melalui PJOK

Oleh: Asef Widiyanto, S. Pd., Gr.
Guru Mapel PJOK , SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak

KARAKTER adalah sifat, tabiat, atau budi pekerti yang dimiliki seseorang, yang tumbuh dan berkembang sejak lahir hingga akhir hayatnya. Menurut Kertajaya (2010), karakter ialah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Seseorang dapat terlihat jati dirinya melalui cerminan dari setiap pikiran, persepsi, atau tingkah laku yang menunjukkan nilai seseorang itu mempunyai karakter baik atau buruk. Seseorang dikatakan berkualitas dan bernilai dari karakter yang dimilikinya. Karakter tidak berkembang dengan sendirinya dan dalam waktu singkat. Membutuhkan proses yang panjang dan melibatkan banyak orang terdekat untuk membentuk suatu karakter seseorang menjadi baik.

Selamat Idulfitri 2024

Berkaitan dengan karakter, tidak terlepas dari fungsi sistem pendidikan nasional yang tercantum UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 3. Berdasarkan isi dari undang-undang tersebut, fungsi pendidikan bukan hanya melahirkan seseorang yang cerdas, namun juga berkarakter. Seperti halnya pemimpin yang dapat memenuhi janji dan menjalankan amanahnya dengan tanggung jawab, dokter yang profesional dengan tugas kemanusiaannya, guru yang tidak hanya mendidik namun juga dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya, serta profesi-profesi lainnya. Keadaan di masyarakat sekarang ini, karakter masih menjadi salah satu masalah dari output dunia pendidikan. Dapat dikatakan bahwa pendidikan belum berhasil mencapai tujuannya. Hal tersebut terbukti dari beberapa kasus korupsi yang masih terus saja terjadi, beberapa tindak kekerasan di masyarakat, sampai tindak kriminal. Bahkan di lingkungan sekolah pun masih ada peserta didik yang suka menyontek, tidak disiplin, dan suka bolos dari sekolah.  Berangkat dari hal tersebut, pemerintah mengutamakan program pendidikan karakter melalui pendidikan di sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dalam setiap jenjang pendidikan, penanaman karakter selalu diutamakan dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik dalam seluruh mata pelajaran, termasuk Pendidikan, Jasmani, Olah raga, dan Kesehatan (PJOK).

Cara menanamkan karakter kepada peserta didik yang paling utama adalah menjadi teladan terlebih dahulu bagi mereka. Sebagai guru PJOK, saya membiasakan diri saya untuk melakukannya terlebih dahulu seperti, selalu datang tepat waktu, melaksanakan tugas mengajar dengan baik, menyampaikan materi pelajaran dengan benar, menilai  peserta didik  secara adil dan objektif, serta  menunjukkan sikap yang baik. Dalam mata pelajaran PJOK  banyak terkandung nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik seperti yang termaktub dalam The Six Pillars of Character yang dikeluarkan oleh Character Counts Coalition (a project of The Joseph Institute of Ethics) yaitu jujur (trustworthiness), keadilan fairness), hormat (respect), tanggung jawab (responsibility), kepedulian (caring), dan kedamaian (citizenship).

Nilai kejujuran dalam PJOK ditanamkan pada kegiatan pertandingan. Penulis skor atau pencatat waktu menuliskan hasil sesuai dengan keadaan sebenarnya. Itulah cerminan dari karakter jujur dalam PJOK.  Karakter hormat dalam PJOK tercermin dalam sikap dan hubungan antara guru dengan peserta didik. Bagaimana menciptakan keakraban, namun tetap peserta didik menaruh hormat akan kewibawaan gurunya. Selain itu juga ketika dalam suatu pertandingan, seluruh peserta hormat akan keputusan wasit sebagai pemimpin pertandingan. Karakter tanggung jawab ditanamkan ketika peserta didik patuh memenuhi ketentuan untuk menggunakan seragam olahraga sesuai jadwal, menyelesaikan tugas dengan baik, menggunakan alat-alat olahraga sesuai fungsinya, dan setelah pembelajaran selesai, mereka merapikannya kembali. Pembentukan karakter kepedulian dalam PJOK terjadi ketika pertandingan dan salah satu peserta mengalami cedera, maka timnya akan langsung memberikan pertolongan. Dalam kerja sama tim pun, peserta satu sama lain akan mengutamakan kemajuan timnya dengan tidak egois dan lebih peduli satu sama lain. Karakter kedamaian dapat tercermin ketika dalam suatu pertandingan terjadi kekalahan, maka tim tersebut harus mampu menerimanya dengan baik, mengakui keunggulan lawan, dan harus tetap sportif.

Tingkat keberhasilan penanaman karakter melalui PJOK perlu bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat. Selain guru, peserta didik yang bertindak sebagai subjek, serta lingkungan dan suasana iklim sekolah yang kondusif harus bersinergi dengan baik. Ditambah dengan keterlibatan seluruh guru dan orang tua akan semakin memaksimalkan penanaman karakter peserta didik. (*)