Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Membaca Anak

Oleh: Siti Suparyati, S.Pd.
Guru TK ABA 02, Kec. Comal, Kab. Pemalang

TUJUAN pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dalam sistem pendidikan nasional adalah memberikan arahan, guna mengeksplorasi kemampuan anak mulai dari fisik dan psikis yang mencakup nilai moral dan nilai agama, sosial, emosional, kognitif, bahasa, fisik, motorik, kemandirian, dan seni bagi anak dalam memasuki pendidikan dasar. Salah satu kemampuan anak dalam tahap perkembangan usia dini adalah kemampuan berbahasa. Perkembangan bahasa anak usia dini pada dasarnya masih belum berkembang secara optimal. Untuk mengembangkan potensi anak, bisa dilakukan melalui komunikasi aktif dengan bahasa yang baik dan benar. Oleh sebab itu, kemampuan membaca anak perlu dirangsang dan dikembangkan sejak dini.  Berdasarkan uraian di atas, peneliti mencermati bahwa fenomena tersebut perlu diminimalkan dengan cara melakukan penelitian melalui sebuah permainan yang menarik. Salah satu stimulasi yang bisa dilakukan guna memberikan rangsangan untuk kemampuan membaca anak yaitu dengan menggunakan permainan ular tangga kata besar modifikasi.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Cahyo dalam Oktaria (2012: 7) menyatakan bahwa permainan ular tangga kata merupakan alat permainan yang dipergunakan oleh anak, dengan menggunakan papan ular tangga di mana di dalamnya terdapat gambar dan kata yang dapat dipasangkan sesuai dengan tulisan yang ada pada dadu. Ular tangga kata besar modifikasi yang dimaksud di sini adalah berupa permainan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Permainan ini dibagi dalam kotak-kotak, di dalam kotak-kotak tersebut tergambar sejumlah ular dan tangga yang menghubungkannya dengan kotak lain. Selain itu, kelebihannya adalah anak dapat bereksplorasi langsung menjadi bidaknya yang terikat dengan aturan main.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Teori membaca menurut Miller dalam Yulsyofriend (2013: 60) adalah kemampuan yang berkaitan dengan kesiapan membaca yang akan dikembangkan pada anak yaitu kemampuan merangkai dan melengkapi suku kata, kemampuan membedakan bunyi, kemampuan membedakan kata dan suku kata, serta anak dapat memahami objek dan pengalaman dengan berbagai macam gambar. Bermain sangat disukai anak dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Slamet dalam Yuvita (2015:4 ) menyatakan bahwa Permainan ular tangga kata cukup efektif untuk mengembangkan kemampuan mengenal kata. Karena anak pada usia 5-6 tahun masih pada tahap pra operasional, yaitu anak belajar melalui benda konkret. Selain itu, Kurniawati (2014) menyatakan bahwa alasan digunakan permainan ular tangga terhadap kemampuan membaca anak adalah bertujuan untuk memperjelas konsep membaca. Selain itu, teknik permainan ular tangga dapat dikembangkan untuk membantu penguasaan anak-anak terhadap aspek-aspek, khususnya pada materi pengembangan kemampuan membaca anak. Permainan ular tangga kata besar modifikasi sangat cocok digunakan karena permainan ini merupakan sebuah permainan yang dirancang berdasarkan pendekatan membaca untuk anak usia dini yang memiliki bentuk segi empat yang di dalamnya terdiri dari 16 kotak, menggunakan dadu untuk menjalankan permainan tersebut, dan juga ular tangga kata kecil yang digunakan untuk anak dapat menempel kata yang sesuai dengan kata yang ada pada ular tangga kata besar. Pada kegiatan ini anak sendiri yang menjadi bidaknya.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Ketika anak mendapat angka yang terhubung dengan tangga atau ular, anak akan mendapatkan sebuah suku kata, kata dan gambar yang sudah disesuaikan dengan kata tersebut yang diambil dari subtema yang dilakukan pada hari itu. Kemudian anak diminta untuk melihat gambar, kemudian membaca suku kata kemudian membaca kata yang ada pada kotak tersebut. Kegiatan ini sangat disukai anak karena menjadikan proses pembelajaran seperti bermain bagi anak, tidak membosankan karena permainan ular tangga kata besar modifikasi dilakukan di luar ruangan (outdoor). (*)