Pembentukan Karakter, Disiplin dalam Waktu, Belajar, dan Bertata Krama

Oleh: Tasuri, S.Pd
Guru SD Negeri 01 Gintung, Kec. Comal, Kab. Pemalang

DALAM penanaman karakter siswa, setiap guru harus menyadari bahwa penanaman karakter memerlukan bimbingan dan pendidikan moral bagi peserta didik. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan teoritis, tetapi juga perlu belajar, menghayati, dan mengamalkan. Pendidikan harus bisa melahirkan anak didik berakhlak mulia dan bertanggung jawab, agar terbiasa menghadapi tantangan dalam kehidupan global saat ini. Masalah kedisiplinan di sekolah, seperti siswa yang menyebabkan kegaduhan ketika pelaksanaan pembelajaran sehingga menyebabkan dirinya dan siswa lain tidak memahami isi materi yang diajarkan oleh guru, siswa tidak masuk kelas sesuai aturan, dan berbagai pelanggaran tata tertib sekolah lainnya merupakan problem umum yang sering terjadi. Berbagai usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah kedisiplinan dalam konteks pembelajaran merupakan bagian dari proses pendidikan karakter.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam arti luas, disiplin mencakup setiap macam pengaruh yang ditunjukkan untuk membantu peserta didik, agar dia dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adapun disiplin menurut H.M Alisuf Sabri dalam buku Pengantar Ilmu Pendidikan adalah sebagai adanya kesediaan untuk mematuhi ketentuan atau peraturan-peraturan yang berlaku. Kepatuhan di sini bukan karena paksaan, tetapi kepatuhan atas dasar kesadaran tentang nilai dan pentingnya mematuhi peraturan-peraturan tersebut. Sejalan dengan itu, Tulus Tu’u mengutip pendapat Maman Rachman, menyatakan bahwa disiplin adalah upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan, terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa disiplin siswa adalah sikap yang ditunjukkan oleh seorang siswa dalam mematuhi dan menaati aturan-aturan yang ada disekolah, antara hal yang boleh dilakukan ataupun yang tidak boleh dilakukan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Menurut Conny R. Semiawan, disiplin dapat terbagi dalam tiga macam di antaranya meliputi disiplin dalam waktu, belajar, dan bertata krama.  Disiplin dalam waktu Kedisiplinan dalam hal ini berarti siswa harus belajar untuk terbiasa dalam mengatur waktu dalam kehidupan sehari-hari. Pengaturan waktu ini bisa bermula dari perbuatan kecil, seperti datang tepat waktu ke sekolah, tidak membolos dan lain-lain. Disiplin dalam belajar, siswa yang mempunyai kedisiplinan dalam belajar adalah siswa yang mempunyai jadwal serta motivasi belajar di sekolah dan di rumah. Seperti dalam mengerjakan tugas dari guru dan membaca pelajaran. Disiplin dalam bertata krama adalah kedisiplinan yang berkaitan dengan sopan santun, akhlak atau etika siswa, baik kepada guru, teman dan lingkungan. Mendidik disiplin dalam bertata krama hendaknya dilakukan sedini mungkin dimulai dari lingkungan keluarga dengan membiasakan bertingkah laku yang terpuji sebelum tertanam sifat yang buruk.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Sikap disiplin sangat memudahkan guru dalam memberi teladan kepada para siswa, guna mengurangi gejala buruk. Siswa yang mampu disiplin diajarkan terbiasa mengenal kebaikan, indikasinya banyak siswa-siswa berbuat baik saat berada di sekolah maupun rumah. Proses siswa yang disiplin memerlukan bimbingan, penguatan, serta teladan yang dipraktikkannya bersama para orang tua ataupun para guru. Sikap disiplin dikenal seorang siswa sejak dini dalam pikiran mereka dan terjaga menjadi karakter siswa. Tentu dorongan dan komitmen yang jelas dari lingkungan sekolah juga menentukan disiplin para siswa, disertai teladan dan bimbingan secara berkelanjutan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa membimbing dan memberikan teladan dalam menerapkan disiplin waktu, belajar, dan bertata krama akan membentuk karakter siswa yang akan berpengaruh kepada masa depan dan kesuksesan anak. (*)