Pembelajaran Berdiferensiasi Menyenangkan bagi Murid

Oleh: Lestari, S.Pd
Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Toroh, Kabupaten Grobogan

KURIKULUM merdeka belajar telah diterapkan di berbagai sekolah, terutama bagi sekolah penggerak. Kurikulum merdeka mengutamakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak; menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik secara manusia maupun sebagai anggota masyarakat (Ki Hajar Dewantara).

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid (Tomlinson:2001:45). Setiap murid memiliki kebutuhan belajar yang berbeda, maka guru akan memetakan kebutuhan belajar murid menyesuaikan kebutuhan belajarnya. Guru akan memikirkan perbedaan kebutuhan yang dimiliki oleh murid agar murid dapat merdeka belajar.

Sebagai salah satu Calon Guru Penggerak CGP) Angkatan 4 Kabupaten Grobogan, penulis mendapat tugas untuk merancang Pembelajaran Berdiferensiasi. Ini merupakan kesempatan emas bagi penulis untuk merancang dan melaksanakan serta mengevaluasi pembelajaran tersebut. Kebutuhan murid dapat dikategorikan menjadi tiga aspek, antara lain kesiapan belajar murid, minat murid, dan profil belajar murid. Ketiga hal tersebut dapat diidentifikasi dan dipetakan melalui polling, angket atau wawancara.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Di kelas Bahasa Inggris, penulis memetakan kebutuhan murid dengan tanya jawab, polling, dan mengisi angket sebelum pembelajaran. Masing-masing murid yang memiliki kemampuan sama akan dikelompokkan di kelompok yang sama untuk membahas materi KD 3.9 Lirik Lagu di kelas X MIPA 5 SMA Negeri 1 Toroh. Penulis juga memisahkan gaya belajar murid baik visual, auditori, atau kinestetik. Murid juga dipetakan sesuai minat masing-masing, sehingga murid benar-benar merdeka belajar.

Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa. Selanjutnya guru akan memutar sebuah video yang menginspirasi. Murid akan bertanya jawab usai menyimak video tersebut. Langkah ini sebagai upaya mengajak murid untuk berpikir kritis. Murid yang telah menguasai materi akan diminta untuk mengeksplorasi secara mandiri. Bagi kelompok yang sedang, akan mendapat sedikit bantuan guru. Sementara bagi kelompok yang kurang, maka akan mendapat bantuan dan pendampingan guru selama berkelompok.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Diskusi kelompok akan mengajak murid untuk bertanggung jawab dalam menanggapi sebuah permasalahan. Tiap kelompok akan diberi kesempatan untuk bertanya, agar komunikasi antar kelompok dapat selaras. Tanya jawab melatih murid agar lebih berperan dalam pembelajaran. Guru sebagai fasilitator akan memfasilitasi murid untuk mengeksplorasi materi yang dipelajari. Pembelajaran Berdiferensiasi guru tidak banyak berbicara, namun murid yang lebih aktif dalam pembelajaran.

Kegiatan inti menjawab pertanyaan seputar lirik lagu yang diperdengarkan secara kelompok. Setiap kelompok akan menjawab secara bergantian. Guru akan memperhatikan murid yang memerlukan penjelasan, agar bisa memahami setiap jawaban yang disampaikan oleh kelompok lain. Kegiatan tanya jawab merangsang murid untuk percaya diri menyampaikan jawaban menggunakan bahasa Inggris. Tanpa disadari, semua murid aktif dalam pembelajaran dan guru dapat menilai keaktifan tiap murid.

Bagian penutup, murid akan diminta menyampaikan refleksi atas pembelajaran yang dilakukan bersama. Tujuan refleksi yaitu mengajak murid menyimpulkan apa yang telah dikuasai selama mengikuti Pembelajaran Berdiferensiasi. Guru akan menambahkan poin-poin penting agar murid lebih memahami pembelajaran. Dalam satu kelas, tentunya tidak semua murid berani menyampaikan refleksi. Dengan Pembelajaran Berdiferensiasi, ternyata hampir setengah dari 36 anak aktif menyampaikan apa yang telah dipahami dalam pembelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Untuk penugasan, guru akan meminta murid menyanyikan lagu barat dengan tiga tipe berbeda sesuai gaya belajar murid. Bagi murid yang suka menyanyi, langsung dapat menyanyi sambil gerak di depan kelas. Bagi murid yang suka auditori, dapat merekam saat menyanyikan lagu barat. Bagi murid yang suka visual, maka murid dapat membuat video. Murid juga dibebaskan memilih satu buah lagu, sesuai selera masing-masing tanpa paksaan guru. Penilaian dilakukan guru menggunakan rubrik yang telah disiapkan di lampiran rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Rubrik penilaian disesuaikan dengan tugas yang dikerjakan murid. Pembelajaran Berdiferensiasi itu menyenangkan menciptakan kelas lebih aktif, kreatif dan inovatif. (*)