Penggunaan Metode Examples Non Examples pada Materi Hewan Halal Dan Haram

Oleh: Ahmad Fauzan Mutaqin, S.Ag.,M.Pd.I
Guru SMP Negeri 1 Bantarbolang, Kabupaten Pemalang

BUDI pekerti merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia. Setiap anak sejak usia dini, belajar untuk mengembangkan dan menggunakan kekuatan mental, moral, dan fisik mereka. Itu semua diperoleh melalui pendidikan. Pendidikan sangat penting bagi anak karena dapat membantu anak mencapai impiannya. Salah satu pendidikan yang dipupuk sejak dini adalah pendidikan Agama, terutama pendidikan Islam bagi kita sebagai muslim.

Selamat Idulfitri 2024

Penerapan pendidikan moral harus benar-benar dilaksanakan sedini mungkin. Serangan berbagai budaya asing yang sangat mudah masuk ke Indonesia, terutama melalui media sosial benar-benar harus menjadi perhatian dan perlu dilaksanakan penanganan. Tanpa perhatian dari orang tua, maka anak akan sangat mudah terjun ke dunia yang menjerumuskan dirinya ke hal-hal yang merugikan dirinya sendiri.

Dalam kesempatan ini, akan diberikan pembelajaran kepada anak untuk mengenal hewan yang halal dan haram. Memang Allah SWT menciptakan hewan yang halal juga menciptakan hewan yang haram. Tujuannya untuk mengetahui apakah berfaedah bagi tubuh kita jika kita mengonsumsinya

Penjelasan mengenai hukum halal dan haramnya binatang tercantum dalam  Al Quran surat An Nahl ayat 114 yang artinya “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu…”

Penerapan metode Example non Example dilaksanakan pada kelas VIII di SMP Negeri 1 Bantarbolang hewan yang halal dan haram. Adapun tujuan kita mengonsumsi makanan yang halal adalah untuk mendidik manusia menjadi orang yang baik, tertib, teratur dan selalu sehat. makanan yang halal mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan jasmani dan akhlak manusia.

Makanan yang halal memiliki ciri-ciri baik, bergizi, tidak kotor, banyak bermanfaat bagi tubuh, tidak basi dan tidak najis ,tidak menjijikkan, tidak memabukkan, tidak merusak organ, dan diperolehnya dengan cara yang halal. Adapun jenis makanan halal antara lain segala jenis tumbuhan yang tidak mengandung zat-zat yang memabukkan, segala ikan yang hidup di air, segala jenis binatang hidup di darat seperti kerbau, sapi, ayam dan unggas.

Makanan haram adalah makanan yang dilarang dikonsumsi oleh orang yang beriman. Karena akan menimbulkan efek negatif bagi orang yang mengonsumsinya, dan dapat berpengaruh bagi kesehatan tubuh, akal pikiran serta akhlak. Adapun jenis makanan yang haram adalah bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih tidak menyebut asma Allah SWT, barang yang menjijikkan atau busuk, serta makanan yang memabukkan seperti ganja, opium, marijuana, binatang yang telah diharamkan oleh nash.

Jenis-jenis hewan yang halal dimakan yaitu binatang darat (ternak, red) seperti unta, sapi, ayam, kerbau, kuda, kelinci, dan sebagainya. Ada juga binatang laut seperti berbagai macam ikan. Di sini guru menampilkan gambar hewan halal dan haram, dan dibuatkan skema. Guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. setelah itu, guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut

Setelah selesai menempelkan pada tempatnya, maka guru memberi jawaban benar atau salah pada gambar hewan yang telah ditempelkan. Selanjutnya siswa memberi apresiasi menjawab kenapa menempelkan gambar tersebut di skema hewan halal atau hewan haram. Setelah itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa makanan dapat mempengaruhi jiwa dan sikap mental pemakannya, makanan yang buruk bisa membawa sikap yang buruk, begitu pula makanan yang baik dan halal membuat pemakannya mampu bersikap mampu bersikap baik pula.

Agar terhindar dari makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan, sangat diperlukan kewaspadaan terhadap makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan, selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi, mencari informasi tentang makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan, baik dari surat kabar ,buku, maupun internet. (*)