Amankan 509, 7 Gram Sabu dari Jaringan Lapas

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian. (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng– Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah meringkus pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Semarang. Dalam pembongkaran jaringan narkoba ini, Polda Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Emas Semarang berhasil mengamankan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu seberat 509, 7 gram.

Adapun pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap oleh Polda Jateng itu berinsial CY (42). Dia adalah warga Jalan Lingkungan Sidorejo RT 4 RW 10, Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas.

Selamat Idulfitri 2024

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian mengungkapkan, pelaku bersama BB diamankan di rumah kerabatnya. Penangkapan itu berawal  Unit 2 Subdit III  melakukan Joint Investigasi dengan Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang melalui pengiriman yang diawasi pada Rabu (15/6) sekira pukul 11.00.

Baca juga:  Jutaan Kendaraan Masuk Jateng Saat Mudik Lebaran 2024, Tol Kalikangkung Jadi Primadona!

Kemudian, pihaknya juga lakukan profilling sasaran dan melakukan penangkapan terhadap pelaku yang menerima jasa paket di wilayah Kabupaten Semarang. Dari situ, Polda Jateng mengamankan 2 paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 509,7  gram.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti dua paket narkotika diduga jenis sabu berat brutto 509,7  gram di dalam rumah kerabatnya yang beralamat Jl. Lingkungan Sidorejo, RT 4 RW 10, Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang,” ungkap Lutfi, melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Senin (20/6).

Tak hanya itu, BB lain juga diamankan polisi. Seperti dua buah HP merk Vivo warna hitam dan Realmi warna hitam, satu buah timbangan digital warna silver, dua buah alat hisap bong, dua pack plastik klip transparan, dua buah pipet kaca, lima buah korek api yang di modifikasi dan satu buah isolasi bolak balik warna hijau.

Baca juga:  Enam Orang Meninggal akibat Leptospirosis

Berdasarkan pengakuan tersangka, kata Lutfi, paket narkoba tersebut didapatkan dari salah satu narapidana Lapas yang ada di Jateng. Dalam menjalankan aksi, tersangka CY  upah sebesar Rp 250.000 per kantong.

“Narkotika jenis sabu didapatkan dari inisial A (DPO) narapidana yang berada di salah satu lapas Jawa Tengah dan tersangka baru 5 (lima) kali diperintahkan dan mendapatkan upah per kantong  sebesar Rp 250.000 per kantong dan memakai sabu secara gratis,” jelasnya.

Lutfi menuturkan, penangkapan satu tersangka berawal informasi masyarakat, kemudian pihaknya melakukan observasi dan control delivery bersama Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. Dari situ, pihaknya langsung meringkus tersangka di Kabupaten Semarang.

Baca juga:  DPRD Siapkan Dana Cadangan Rp 200 M untuk Pilgub Jateng

Pihaknya juga menginterogasi terhadap tersangka beserta BB guna penyidikan lebih lanjut.  Tersangka juga pernah menjalani hukuman dalam perkara Narkotika pada 2017 dan keluar pada 2018 di Lapas Ambarawa.

Ditresnarkoba menegaskan pihaknya akan terus memburu bandar narkoba yang terlibat dalam kasus tersebut. “Kami hadir dan kami pastikan tidak ada ruang untuk bandar narkoba di wilayah Jawa tengah, masyarakat tidak usah ragu untuk melaporkan adanya narkoba, War on Drugs,” tegasnya.

Luthfi pun mengapresiasi atas keberanian masyarakat yang melaporkan tindak pidana peredaran narkoba jenis sabu itu. “Keberanian masyarakat untuk melaporkan tindak pidana seperti ini patut diapresiasi. Semoga ke depan peran serta masyarakat dalam pemberantasan narkoba semakin baik,” ucapnya. (dik/gih)