Optimalkan Hasil Belajar dengan Pembelajaran Kooperatif Berbasis Hand on Activity

Oleh: Waliyyatun Nashiirah, S.Pd
Guru SD 1 Kaliwungu, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

PENDIDIKAN di sekolah merupakan salah satu bentuk pendidikan anak yang memiliki peranan sangat penting untuk mengembangkan kepribadian anak, serta mempersiapkan mereka memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Pendidikan di sekolah dasar merupakan jembatan antara lingkungan keluarga dengan masyarakat yang lebih luas. Sebagai salah satu bentuk pendidikan, lembaga ini menyediakan program pendidikan dini bagi sekurang-kurangnya anak usia 6 tahun sampai memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan adalah proses pembelajaran. Dalam standar proses pendidikan, pembelajaran didesain untuk membelajarkan siswa. Artinya, sistem pembelajaran menempatkan siswa sebagai sumber belajar. Secara umum, pendidikan dilaksanakan untuk maksud yang positif, struktur format serta pelaksanaannya diarahkan untuk bimbingan, membina manusia dalam kehidupan dan mencerdaskan kehidupan.

Mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di jenjang Sekolah Dasar (SD). Menurut Trianto (2017), tujuan mata pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan antara lain: (a) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya; (2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; (3) Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antar IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat; (4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan; (5) Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam; (6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai macam kendala dalam proses pembelajaran IPA. Mulai dari hasil belajar rerata di bawah KKM, penggunaan metode belajar yang masih konvensional, tidak melibatkan siswa secara langsung, hingga sebagian guru yang masih enggan mengajak para siswa belajar mengamati.

Pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis Hand on Activity merupakan salah satu solusi agar siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Model ini merupakan salah satu perwujudan dari pendekatan kontekstual, di mana siswa diarahkan untuk mengonstruksi pengetahuan awal, sehingga menjadi pengetahuan baru yang diharapkan. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara mengelompokkan siswa pada saat pembelajaran.

Hands on Activity dalam pembelajaran IPA didefinisikan sebagai kegiatan laboratorium yang memungkinkan siswa untuk melakukan atau menangani, memanipulasi, dan mengamati proses sains. Hands on Activity pada pengamatan materi pembelajaran ditekankan pada perkembangan penalaran, membangun model, keterkaitannya dengan aplikasi dunia nyata. Jadi Hands on Activity merupakan pembelajaran yang mengaktifkan kemampuan psikomotorik dan afektif, sehingga meningkatkan pemahaman dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini secara otomatis dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis yang merupakan kemampuan kognitif siswa.

Pembelajaran kooperatif berbasis Hands on Activity diawali dengan pertanyaan apersepsi, yaitu dengan memberikan pertanyaan untuk menggali pengetahuan awal siswa yang mampu meningkatkan aktivitas bertanya dan menjawab pada siswa. Kemudian pembentukan kelompok belajar secara heterogen dan dilanjutkan melakukan kegiatan percobaan, dengan mengamati permasalahan secara nyata yang ada di lingkungan sekitar sekolah, sehingga aktivitas melakukan percobaan, membuat tabel, dan menuliskan data percobaan serta menjawab pertanyaan dalam LKS meningkat. Selanjutnya adalah penilaian kinerja siswa yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung oleh guru, untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam memperhatikan informasi, sajian presentasi, dan kerja sama. Terakhir adalah kesimpulan, yaitu dengan mengajak siswa secara mandiri dalam memberikan kesimpulan atas pembelajaran yang telah dilakukan dan dikaitkan dengan pengetahuan awal yang dimiliki. Serta guru memberikan refleksi untuk meluruskan konsep materi sebenarnya. Berdasarkan ide di atas, diharapkan model pembelajaran ini akan mampu mengembangkan model pembelajaran kooperatif berbasis Hands on Activity dengan berbagai tipe pembelajaran kooperatif. (*)