Tingkatkan Kreativitas dengan Pembelajaran PAI Berbasis Tematik

Oleh: Nur Saidah, S.Pd.I.
Guru PAI SD 1 Kaliwungu, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

MATA pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) secara keseluruhan berada pada lingkup Al-Quran dan Al-Hadits, keimanan, akhlak, fikih, dan sejarah. Ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup pewujudan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya. Jadi PAI merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Selamat Idulfitri 2024

PAI di sekolah atau madrasah bertujuan untuk menumbuhkan, mengembangkan, dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan peserta didik tentang ajaran agama Islam. Sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, PAI harus mengacu pada penanaman nilai-nilai Islam dan tidak dibenarkan melupakan etika,  sehingga mampu menuai keberhasilan hidup di dunia bagi peserta didik dan mampu membuahkan kebaikan di akhirat kelak.

Pembelajaran PAI di SD dengan pendekatan tematik membantu peserta didik memperoleh informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara bagaimana belajar. Sedangkan pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan peserta didik. Dalam pembelajaran tematik, terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Penggunaan tema diharapkan dapat memberikan banyak keuntungan bagi pembelajaran. Mulai dari memudahkan dalam memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, peserta didik mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antara aspek dalam satu tema, meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap aspek PAI, pengembangan kompetensi dasar, dan menghemat waktu.

Beberapa prinsip pelaksanaan pembelajaran PAI Tematik adalah, pertama memadukan antar aspek dalam mata pelajaran PAI, bukan PAI dengan pelajaran lain. Kedua, tidak semua aspek dapat dipadukan, dan kompetensi dasar yang tidak bisa dipadukan diajarkan tersendiri. Ketiga adalah pada pelaksanaan pembelajaran PAI, dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi lintas semester. Keempat, kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan mempraktikkan, serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia. Kelima, tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan keadaan daerah setempat. Keenam, pengembangan materi dilakukan secara kontekstual, dan disesuaikan dengan kondisi kekinian.

Pengembangan materi PAI bisa juga diintegrasikan dengan materi atau pengetahuan lain yang relevan. Misalnya hubungan antara bersuci dengan menjaga kebersihan. Untuk menyesuaikan dengan karakteristik anak usia SD, dalam pembelajaran PAI guru dapat menggunakan berbagai metode yang menyenangkan, misalnya bernyanyi, bermain, cerita, bermain peran, dan lain sebagainya. (*)