Pengembangan Minat Baca Kelas Rendah

Oleh : Kasripah,S.Pd. SD
Guru SD Negeri Tlogosih 1, Kec. Kebonagung, Kab. Demak

MEMBACA adalah kegiatan wajib bagi siswa. Siswa yang gemar membaca akan memiliki wawasan pengetahuan yang luas. Oleh karena itu, siswa harus memiliki minat baca yang tinggi agar mampu mengikuti perkembangan IPTEKS (Rahim, 2011). Selain itu, siswa yang rajin membaca akan memiliki kemampuan berpikir kritis. Menurut Kolker dalam buku berjudul Film, Form and Culture (1983), menyebutkan bahwa membaca adalah proses komunikasi antara pembaca dan penulis dengan menggambarkan bahasa tulis. Selanjutnya, Kolker juga berpendapat bahwa hakikat membaca terdiri dari 3 hal, yaitu adjektiva, kognitif, dan juga bahasa. Sudah sangat jelas pentingnya membaca untuk keberhasilan siswa. Namun demikian, beberapa survei membuktikan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Padahal dari segi penilaian infrastruktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa (Kompas, 2016). Maka dari itu, perlu adanya terobosan dari segala pihak, khususnya pihak sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Setelah hampir 2 tahun melewati masa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19, akhir tahun 2021 kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Tlogosih 1 mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Tetapi pada awal PTM, terlihat adanya penurunan aktivitas siswa dibandingkan sebelum masa pandemi. Siswa terlihat malas untuk membaca, begitu juga motivasi belajar siswa yang terlihat sangat menurun. Dengan keadaan seperti itu, pembelajaran yang menarik perlu disajikan untuk dapat meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, penulis memutuskan untuk melakukan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif memaparkan dan membahas sesuai kenyataan di lapangan mengenai program budaya literasi dan keefektifannya untuk meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Tlogosih 1. Data penelitian ini berupa pandangan, pendapat, dan tindakan yang berkaitan dengan program budaya literasi di SD Negeri Tlogosih 1 untuk meningkatkan minat baca siswa dan dikumpulkan dengan teknik observasi non partisipan, angket tertulis, dan kuesioner terbuka.

Program-program yang dijalankan untuk mendukung budaya literasi di SD Negeri Tlogosih 1, yaitu sebagai berikut. Pertama, kegiatan 15 menit membaca sebelum jam pelajaran. Dari hasil angket yang diberikan kepada kelas 1-6, wali kelas mendampingi siswa saat membaca. Supaya siswa tidak jenuh, wali kelas bersama-sama siswa membaca buku cerita. Wali kelas setiap awal atau akhir kegiatan selalu memotivasi siswa untuk terus membaca dan menjelaskan akan besarnya manfaat membaca. Kedua, menata perpustakaan sekolah dan perpustakaan mini di kelas. Buku-buku ditata dengan rapi di rak almari. Piala-piala yang diraih oleh siswa ditata rapi di atas almari buku. Hal ini ditujukan agar siswa-siswi yang berkunjung ke perpustakaan termotivasi untuk selalu berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Tempat membaca dibuat lesehan agar siswa-siswinya merasa nyaman saat membaca. Ketiga, menata lingkungan yang kaya teks. Lingkungan yang kaya teks di SD Negeri Tlogosih 1 bisa ditemukan di setiap sudut kelas, seperti ruang kelas, UKS, taman sekolah. Selain itu, hasil kerajinan siswa dipajang di kelas untuk menumbuhkan rasa bersaing siswa secara positif.

Ada beberapa solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program budaya literasi di SD Negeri Tlogosih 1, yaitu memberikan motivasi untuk gemar membaca dan pentingnya membaca diberikan setiap hari Senin pada saat upacara bendera, serta menganggarkan 5% dana BOS untuk buku perpustakaan. Dari pembahasan di atas, program budaya literasi sangat penting dilakukan di sekolah dasar. Program budaya literasi yang dikerjakan serius, berkelanjutan, dan didukung oleh semua warga sekolah akan mampu meningkatkan minat baca siswa. Membiasakan membaca sejak dini akan menghasilkan budaya Indonesia akan semakin maju. (*)