Pentingnya Pembelajaran Sosial Emosional

Oleh: Dian Kusumawati, S.Pd., M.Pd., M.Si
Guru Fisika SMAN 1 Jakenan

MANUSIA terkadang merasa takut, marah, bahagia dan sedih. Perasaan-perasaan tersebut muncul akibat reaksi fisik, aktivitas pikiran dan pengaruh budaya. Terutama saat menghadapi permasalahan, baik permasalahan yang muncul dari dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Selamat Idulfitri 2024

Melalui pembelajaran sosial emosional, kita dapat mengelola perasaan-perasaan tersebut. Pengenalan emosi dengan baik akan sangat membantu kita merespon kondisi dengan tepat, sehingga kita dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

Pembelajaran sosial emosional atau Sosial Emotional Learning (SEL) adalah suatu proses pembentukan diri yang berkaitan dengan kesadaran diri, kontrol diri, kemampuan berelasi serta kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus kemampuan pembelajaran untuk memecahkannya. 5 KSE (Kompetensi Sosial Emosional) adalah kesadaran diri (pengenalan emosi), pengelolaan diri (mengelola emosi dan fokus untuk mencapai tujuan), kesadaran sosial (kemampuan berempati), keterampilan berelasi (kerjasama dan resolusi konflik) dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Ruang lingkup pembelajaran sosial emosional adalah rutin (diluar waktu belajar akademik), terintegrasi dalam mata pelajaran dan protokol (menjadi budaya atau aturan tata tertib sekolah).

Contoh-contoh pembelajaran sosial emosional antara lain bernafas dengan kesadaran penuh, identifikasi perasaan (cerita), melukis dengan jari, membuat jurnal diri untuk mengenali diri dan memantau perkembangan diri. Kemudian menetapkan sebuah tujuan pribadi (akademis, emosional dan sosial, dll), membuat puisi akrostik (puisi yang awal kalimat atau kata-katanya ditulis berdasarkan huruf-huruf dari judul puisi tersebut), membuat kolase diri (mengidentifikasi kekuatan, potensi yang dimiliki, hal-hal yang diminati dan nilai-nilai yang diyakini), menuliskan ucapan terima kasih, cari teman baru, latihan menyadari kondisi tubuh (Body Scanning), kegiatan menulis surat atau jurnal (tugas ini berfokus pada keterbukaan dan kejujuran mengenai apa yang mereka rasakan, kekhawatiran yang dialami, sumber stress dan ketidaknyamanan yang mereka miliki, serta bagaimana mereka merespon stress yang dialami), kegiatan menulis pengalaman bekerjasama dengan kelompok dan berlatih bermain peran.

Kemampuan sosial emosional yang baik menjadi faktor yang sangat mendukung tumbuhnya budaya positif dan terciptanya Well Being ekosistem pendidikan. Murid yang memiliki Well Being baik, akan memiliki kesadaran dan kontrol diri serta kemampuan komunikasi yang baik yang mendukung pencapaian prestasi dan pembentukan budi pekerti.

Oleh karena itu, pembelajaran sosial emosional perlu dilatih, ditumbuhkan dan dikembangkan oleh semua warga sekolah agar dapat tercipta Well Being ekosistem pendidikan di sekolah sehingga murid menjadi sehat, nyaman dan bahagia. Salah satu peran pendidik adalah menciptakan Well Being ekosistem pendidikan dengan selalu melakukan perubahan kearah positif, selalu memperbaiki diri dan pembelajarannya. (*)