Supervisi Bukan Menilai Guru tetapi Meningkatkan Hasil Prestasi Siswa

Oleh: Ridwan, S.Pd.SD
Kepala SDN 3 Mlowokarangtalun Kec Pulokulon, Kab Grobogan

KOMPONEN pembentuk sistem dari kehidupan sekolah dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu komponen inti dan komponen luar. Komponen inti yaitu komponen yang langsung terlibat dan berada di sekolah, sedangkan komponen luar yaitu komponen yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kemajuan kehidupan sekolah.

Selamat Idulfitri 2024

Sekolah merupakan sebuah sistem yang terdiri atas komponen-komponen penting yang saling berhubungan erat dan tidak mungkin terpisahkan. Komponen tersebut meliputi seluruh ranah fisik dan non-fisik, stakeholder (pemangku kepentingan) terhadap keberadaan sekolah yaitu siswa, guru, unsur pimpinan, karyawan, orang tua siswa/ komite sekolah, instansi terkait, serta pihak-pihak yang secara langusung maupun tidak langsung berkepentingan terhadap eksistensi sekolah. Semua itu dapat dikatakan sebagai komponen sistem per-sekolah-an.

Tugas kepala sekolah sekarang ialah mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staf guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik,membangun visi dan misi, kesejahteraan, hubungan dengan pegawai sekolah dan murid, mengembangkan kurikulum

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Bagi kepala sekolah supervisi guru adalah bagian tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang sangat penting. Seperti yang tercantum pada Permendikbud Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah disebutkan ada 5 (lima) kompetensi kepala sekolah, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kempetensi manajerial, dan kompetensi supervisi.

Dari hasil studi Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) kompetensi kepala sekolah terkait supervisi akademik merupakan kompetensi yang paling dituntut untuk hasil belajar siswa yang maksimal. ACDP menyoroti 3 (tiga) komponen penting yang harus disupervisi, yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Observasi Pembelajaran, dan Proses Penilaian. Tiga kompionen inilah yang menentukan kualitas hasil belajar siswa. Robinson (2008) dalam World Develepment Report melaporkan supervisi akademik yang dialkukan oleh kepala sekolah punya dampak 4 kali lipat terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan kompetensi kepemimpinan. Laporan ini menunjukkan supervisi akademik kepala sekolah menjadi syarat mutlak untuk hasil belajar siswa yang optimal.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai pembina dan pembimbing guru agar bekerja dengan betul dalam proses pembelajaran siswanya. Supervisi pembelajaran mempunyai tiga prinsip yaitu: pertama supervisi pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola proses belajar mengajar; kedua perilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas; ketiga tujuan supervisi pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya

Supervisi guru atau supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran sehingga dapat menigkatkan kompetensi pedagogi dan professional, yang muaranya kepada peningkatan mutu lulusan peserta didik

Dari pengertian tersebut, tujuan supervisi meningkatkan mutu lulusan peserta didik, atau menggunakan istilah yang baru yaitu meningkatnya hasil belajar peserta didik. Karena tujuan akhir adalah peningkatan hasil belajar maka supervisi bukan untuk memberi penilaian kepada guru tetapi membantu guru. Inilah paradigma yang benar mengenai supervisi guru. Tidak bisa dipungkiri selama ini terjadi bias dalam memandang supervisi akademik pada diri guru.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Program Supervisi disusun sebagai alat kontrol pelaksanaan program-pragram sekolah yang lain yaitu sebagai pengingat dan sekaligus pengarah roda pengeloalaan administrasi di dalam sekolah. Dengan pelaksanaan supervisi dalam segala aspek dan sektor niscaya kendala dan hambatan dalam pengelolaan sekolah terutama yang berkaitan langsung maupun tidak dengan peserta didik akan dapat tertangani secara baik dan lancar. Program supervisi ini disusun sebagai acuan minimal dalam pelaksanaan administrasi di sekolah yang menyangkut beberapa faktor inti kehidupan sekolah. Kiranya dengan pelaknaan program supervisi ini dapat diharapkan ketertiban dan semangat belajar siswa serta etos kerja guru/karyawan semakin menngkat. (*)