Peran Perpustakaan Sekolah dalam Membatu Kegiatan Proses Belajar Mengajar

Oleh: Moch Nurhadi,S.Pd.SD.,M.Pd.
Guru SDN Brakas, Dempet, Demak

PERAN perpustakaan salah satu sarana yang paling penting bagi semua sekolah,tetapi dalam kenyataanya banyak kondisi perpustakaan sekolah yang memperhatinkan bahkan banyak sekolah yang belum mempunyai sarana perpustakaan. Hal ini dikarenakan alokasi dana pembangunan perpustakaan yang belum merata.kalaupun sekolah memiliki perpustakaan biasanya kurang dikelola dengan baik dikarenakan terkendala tenaga dan biaya. Di samping faktor-faktor diatas ada masalah lain yang tidak kalah penting mengapa anak malas berkunjung ke perpustakaan sekolah antara lain,perpustakaan yang kotor dan kumuh, kurangnya pembiasaan membaca sejak dini,perkembangan IPTEK yang semakin maju dan canggih, fasilitas membaca yang masih minim dan terbatas serta kurangnya motivasi yang tinggi untuk membaca.

Selamat Idulfitri 2024

Membicarakan tentang peranan perpustakaan sekolah tentunya tidak lepas dari minat dan kebiasaan membaca, sebab istilah tersebut saling berkaitan. Minat membaca yang dimulai pada usia dini dan berlangsung secara teratur akan menumbuhkan kebiasaan membaca, sedangkan kebiasaan membaca selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi ternanamnya budaya Gerakan Literasi di sekolah.

Berkaitan dengan peranan perpustakaan sekolah di SDN Brakas mempunyai program kunjungan ke perpustakaan sekolah untuk peserta didik mulai kelas I-VI yang diberi nama Gerakan Literasi “Satu Buku Sejuta Manfaat “ setiap siswa diperbolehkan meminjam salah satu buku di perpustakaan yang dimulai setiap hari Senin-Sabtu setiap waktu istirahat sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Setiap waktu istirahat peserta didik sangat antusias untuk berkunjung ke perpustakaan. Pelaksanaan kegiatan di SDN Brakas dibagi 3 tahap yaitu pembiasaan, pembelajaran dan pengembangan.

Pertama, tahap pembiasaan peserta didik dibiasakan membaca buku selama 15 menit sebelum pembelajaran di mulai bertujuan untuk menumbuhkan semangat minat membaca sejak dini. Kedua, tahap pembelajaran peserta didik dapat meningkatkan minat belajar melalui membaca buku sehingga dalam pembelajaran dikelas mendapatkan prestasi yang meningkat dalam semua aspek mata pelajaran, selain itu belajar mengajar yang dilaksanakan diruang perpustakaan dapat menghindari kejenuhan siswa yang sering belajar didalam kelas karena sifat anak yang suka bermain dan ingin hal-hal yang baru yang disesuaikan dengan kodrat alam anak dan kodrat zaman yang ingin selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Ketiga, tahap pengembangan diharapkan peserta didik dapat mengimplentasikan dalam pembelajaran dikelas misalnya siswa dapat membuat naskah pidato, membuat puisi, membuat karangan, sehingga peranan perpustakaan sekolah dapat membantu dalam kegiatan proses pembelajaran secara maksimal.

Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi terhadap proses pembelajaran di sekolah yang bersifat aktif dan dinamis karena perpustakaan tidak hanya berguna bagi guru saja dalam kaitannya untuk mempersiapkan bahan materi yang akan diajarkan melainkan juga berguna bagi peserta didik untuk melengkapi bahan – bahan pelajaran yang akan diterima dalam pembelajaran. Oleh karena itu bagi semua guru untuk senantiasa mengarahkan dan memberikan motivasi kepada peserta didiknya untuk dapat memanfaatkan berbagai koleksi buku bacaan yang ada di dalam perpustakaan.

Peranan Perpustakaan Sekolah dan budaya Literasi merupakan hal yang selalu berkaitan satu sama lain, sebagai upaya untuk memperdayakan peran Perpustakaan Sekolah diperlukan program khusus dalam meningkatkan kesadaran peserta didik untuk berkunjung ke Perpustakaan Sekolah. Gerakan Literasi “Satu Buku Sejuta Manfaat” dapat terwujud harus ada kerja sama semua pihak disekolah mulai dari Kepala Sekolah, Dewan Guru, Komite Sekolah karena Gerakan Literasi Sekolah ini memiliki peran yang sangat penting sebagai salah satu program untuk mengembangkan minat membaca dan menulis para siswa serta dapat menunjang dan membantu dalam proses belajar mengajar. Dalam upaya mensukseskan Gerakan Literasi Sekolah pihak sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana berupa Perpustakaan dengan koleksi buku-buku yang menarik,juga didukung tata ruang Perpustakaan yang nyaman dan bersih serta lingkungan yang sehat,sehingga siswa akan termotivasi untuk membaca dan menulis dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa bagi peserta didik. (*)