Efektivitas Chain Card Game untuk Meningkatkan Writing Skill

Oleh: Kholikoh, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Bantarbolang, Pemalang

SECARA umum dalam belajar bahasa Inggris tingkat SMA harus menguasai empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing). Dari ke empat keterampilan tersebut, menulis (writing) masih dianggap siswa sebagai hal yang sulit untuk dilakukan.  Padahal kemampuan menulis secara efektif sangat diperlukan siswa. Keterampilan menulis ini sangat penting dalam menunjang aktivitas kehidupan pada saat ini dan pada masa memasuki dunia kerja. Seseorang yang memiliki kemampuan menulis yang baik selalu dapat mengekspresikan diri (Sadiku, 2015) sehingga menunjang kemampuan dan daya saing pada dunia kerja.

Selamat Idulfitri 2024

Berdasarkan fenomena yang terjadi, siswa kelas X SMA Negeri 01 Bantarbolang pada Kompetensi Dasar (KD) menulis, ditemukan siswa yang memiliki kesulitan dalam melakukan tugas menulis walaupun telah didiskusikan di kelas. Beberapa hal yang menjadi penyebab pembelajaran menulis belum terlaksana dengan baik, yaitu minat siswa terhadap pembelajaran, ketertarikan siswa untuk berlatih keterampilan menulis, dan pemahaman siswa yang kurang terhadap pentingnya keterampilan menulis.  Maka, agar keterampilan menulis dapat meningkat diperlukan sebuah metode yang efektif dan efisien. Salah satunya adalah dengan memilih metode dan media pembelajaran yang menarik dan efektif sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.  Metode tersebut adalah Chain Card Game, atau permainan kartu berantai.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Chain card game adalah sebuah terjemahaan bebas dari permainan kartu berantai yang merupakan permainan kartu dengan teknik permainan yang hampir sama dengan permainan kartu remi (Suwarno, 2003: 2).  Chain card game merupakan kumpulan kartu permainan yang dibuat dari karton berukuran 5 x 7 Cm yang jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Setiap kartu berisi satu kata atau frasa dalam bahasa inggris antara lain; kata kerja, kata benda dan kata keterangan yang dilengkapi dengan unsur kalimat, seperti; S sebagai Subjek, V sebagai Verb dan O sebagai Objek. Dalam permainan ini, pemain ditugaskan menyusun kartu-kata yang dimiliki agar menjadi kalimat atau memainkan kartunya untuk meneruskan kalimat pemain lawan yang belum tersusun menjadi kalimat.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Teknik permainan kartu chain card game dalam pembelajaran keterampilan menulis diawali dengan membagi peserta kedalam beberapa kelompok dan duduk saling berhadapan. Peserta dibagikan satu set kartu dan kertas untuk menuliskan hasil penyusunan kalimat dan menghitung berapa kata yang mampu disusun menjadi kalimat. Setiap kartu diberikan nilai 1, apabila peserta mampu menyusun kalimat dari empat kartu, nilainya empat. Satu orang peserta diberikan tugas mengacak kartu. Kartu dibagikan kepada peserta permainan searah dengan jarum jam dan masing-masing peserta memperoleh tujuh kartu. Sisa kartu diletakan di meja permainan. Setiap peserta permainan ditugaskan untuk menyusun kartu kata menjadi kalimat sederhana yang benar. Apabila terdapat peserta yang berhasil menyusun kartu menjadi kalimat (kartu hidup) dan diletakkan di meja secara terpisah, peserta tersebut menuliskan kalimat tersebut pada kertas yang sudah disediakan beserta nilainya.

Permainan dimulai dari peserta yang bertugas mengacak kartu dan dilanjutkan peserta berikutnya searah jarum jam. Apabila peserta belum mampu menyusun kalimat pada kartu yang dimilikinya, peserta tersebut melakukan pengambilan kartu pada tumpukkan sisa kartu paling atas. Setelah melakukan pengambilan kartu, peserta membuang salah satu kartu yang dinilai tidak terpakai pada meja permainan dan disusun berurutan. Peserta dapat mengambil kartu yang dibuang di meja permainan. Selanjutnya peserta menyusun kalimat dari kartu yang dimilikinya dan diletakkan di atas meja secara terpisah dari kartu lainnya dan menuliskan nilai perolehan kartu pada kertas dan sisanya yang dipegang tidak melebihi dari tujuh kartu. Permainan akan berakhir apabila kartu yang dimiliki seorang peserta habis tersusun menjadi kalimat atau sisa kartu permainan di meja telah habis. Pada akhir permainan, setiap peserta menghitung sisa kartu yang dimiliki tidak tersusun menjadi kalimat (kartu mati).

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Melalui pembelajaran menggunakan media chain card game diharapkan aktivitas siswa meningkat, karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran (student centered), kreativitas siswa berkembang melalui dinamika kelompok, siswa mampu mengemukakan pendapat atau ide dalam kegiatan berbahasa baik secara lisan maupun tulis. (*)