Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh: Kasripah, S.Pd.SD
Guru SD Negeri Tlogosih 1, Kec. Kebonagung, Demak

PENDIDIKAN sebagaimana artinya yang mengacu pada pembelajaran, pengetahuan, ketrampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, penelitian, atau pelatihan. Pendidikan menerapkan komunikasi verbal antar individu satu ke individu lainnya dengan bertatap muka langsung. Komunikasi dalam hal pemberian pengetahuan bersifat timbal balik antara sang guru dengan sang murid. Keterkaitan hubungan antara pendidik dan peserta didik tidak lepas adanya peran lembaga pendidikan untuk menjembatani. Lembaga pendidikan berperan sebagai tempat bernaung para pendidik dan peserta didik, memiliki peran sangat vital dalam membangun cita-cita luhur bersama.

Selamat Idulfitri 2024

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Selaras dengan hal itu, Nurani Soyomukti dalam bukunya “Teori-teori Pendidikan” mengatakan “Pendidikan nasional adalah pendidikan yang demokratis yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang demokratis. Sistem pendidikan nasional yang demokratis bukan berarti menolak kenyataan adanya perbedaan di dalam tingkat-tingkat kecerdasan manusia sebagai karunia Illahi. Kesempatan yang sama untuk seluruh rakyat sesuai dengan kemampuan dan rakyatnya masing-masing untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.”

Kata pembebasan dalam KBBI mempunyai akar kata “bebas” mendapat imbuhan pe-, -an, yang berarti proses secara terus menerus, yang memiliki arti kata kerja. Pembebasan ialah suatu proses hilangnya belenggu keterikatan dari sesuatu menuju keadaan yang bebas tidak terhalang dan terganggu.

Secara moralitas peserta didik mampu membebaskan dirinya dari kebodohan dan ketidaktahuan, secara material peserta didik dapat mengangkat derajat taraf kehidupannya di masyarakat. Dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni, peserta didik mampu menangkis dan melerai berbagai persoalan-persoalan kehidupan. Persoalan-persoalan yang harus dipecahkan dengan objektif dan rasional. Pendidikan yang berorientasi pada pembebasan peserta didik secara mandiri dan produktif, sehingga menyadarkan masyarakat dari hubungan penindasan, dan mendorong ke arah kerja yang produktif yang konkret untuk melawan kontradiksi.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Dalam keadaan darurat pendidikan yang bertumpu pada pembelajaran atau metode penyampaian ilmu pengetahuan sebagai tangan panjang, tentunya membuat pembelajaran secara langsung harus dihentikan sejenak guna menanggulangi hal-hal yang kurang diharapkan.

Menyebarnya virus corona awal tahun 2020 membuat dunia dibuat berhenti sejenak dari aktivitas hariannya. Virus Covid 19, telah ditetapkan oleh WHO dinaikkan statusnya dari epidemic menjadi pandemic. Sebagaimana diketahui bahwa pandemi adalah sebuah kasus penyebaran penyakit di wilayah yang luas diseluruh dunia.

Dengan adanya kasus tersebut proses pembelajaran juga terkena imbasnya, harus menggunakan metode yang luar biasa dari biasanya. Salah satu jalan keluar yang dapat memberi solusi yaitu tetap mempertahankan proses pembelajaran sebagaimana mestinya dengan cara tatap muka daring, proses pembelajaran yang berbasis internet.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Salah satu penentu keberhasilan pembelajaran secara virtual adalah kompetensi guru. Guru akan berusaha sedapat mungkin agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan berhasil. Guru berperan sebagai pengorganisasi lingkungan belajar dan sekaligus sebagai fasilitator belajar. Dalam konteks pembelajaran secara daring, tentu penghargaan harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat, baik dari guru, sekolah, peserta didik, dan bahkan orang tua wali yang dengan antusias menyupport anaknya. Pembelajaran yang berpusat guna mempermudah ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan. Keadaan darurat nasional yang dikeluarkan pemerintah Indonesia yang disebabkan oleh Covid 19 mengharuskan proses belajar mengajar harus dilakukan secara Daring dan dilaksanakan dirumah. Pemberlakuan sekolah virtual (daring) mulai dari SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi pun terpaksa harus dan wajib menjalankan proses pendidikan dengan jalan virtual. Pemberlakuan sekolah virtual ini, merupakan jalan terbaik untuk keberlangsungan proses pendidikan. Sebab pendidikan ialah pilar-pilar peradaban. Majunya negara bergantung pada majunya pendidikan. (*)