Bermain Hitung Sentuh dalam Mapel PJOK di SD

Oleh: Nur’aeni, S.Pd.
Guru SD Negeri 02 Sokawati, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) adalah salah satu mata pelajaran (mapel) yang wajib diberikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah memiliki kedudukan strategis, yaitu membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani serta menumbuhkan rasa sportivitas (Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan). Namun demikian, kedudukan strategis tersebut belum dapat tercapai secara ideal seperti yang diharapkan.

Selamat Idulfitri 2024

Ruang lingkup mapel PJOK meliputi beberapa aspek. Ruang lingkup pendidikan jasmani menurut (Samsudin, 2008: 27) adalah permainan dan olahraga yang terdiri dari beberapa aspek, yaitu olahraga tradisional, permainan eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan bela diri, serta aktivitas lainya.

Untuk mencapai hasil yang diharapkan pada pembelajaran PJOK yang ada di sekolah dasar (SD), diperlukan inovasi-inovasi model pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar anak. Sehingga peserta didik dapat memiliki kesan bahwa PJOK merupakan pelajaran yang menyenangkan dan menyehatkan. Akan menjadi menarik apabila guru dapat berkreasi menggunakan beberapa permainan dalam pemanasan, khususnya saat mengajar PJOK. Salah satunya dengan memodifikasi jenis permainan yang biasa anak lakukan atau pernah dilaksanakan ke dalam mapel PJOK di SD. Penulis mencoba memperkenalkan jenis permainan hitung sentuh dalam praktik pelajaran PJOK saat materi pemanasan, untuk mengawalinya sebelum memasuki kegiatan inti pembelajaran. Dengan aktivitas ini, diharapkan peserta didik akan bergerak dengan senang tanpa adanya unsur keterpaksaan atau keberatan dam menjalani proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Permainan ini sangat mudah, ringan, dan tidak membutuhkan media. Secara umum, permainan ini sangat menarik apabila didukung oleh media pembelajaran yang bagus. Namun karena keterbatasan media pembelajaran, sebagai seorang pendidik guru harus pandai dalam mengolaborasikan sarana ataupun media yang ada. Misalkan lingkungan sekitar sekolah yang bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Terdapat dua tahapan untuk memainkan permainan tersebut. Pertama adalah dengan mengumpulkan peserta didik ke dalam satu tempat, baik itu di halaman sekolah ataupun lingkungan yang dekat dengan sekolah, bisa berdiri ataupun duduk. Di sini tidak mengharuskan peserta didik berdiri baris dengan rapi. Berikan pada anak ruang gerak yang santai. Akan tetapi, guru harus tetap mengawasi siswa.

Kedua adalah memberikan instruksi atau perintah kepada peserta didik untuk mengucapkan hitungan angka 1 sampai dengan 10. Setelah hitungan selesai, berikan instruksi lagi. Contoh sentuh pohon mangga, sentuh pohon kelapa, sentuh tembok, sentuh tuang bendera, dan lain sebagainya. Sesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada. Akan lebih menarik apabila guru memberikan reward kecil, seperti memberikan permen bagi yang berhasil menyentuh pertama, ataupun dengan ucapan tambahan penyemangat “Wow”. Sedangkan yang paling terakhir menyentuh disuruh nyanyi ataupun lompat dan sebagainya. Hitungan bisa dimodifikasi tidak harus dari 1 sampai 10, bisa dimulai dari 10 sampai 20, ataupun bisa mulai 100 sampai 110 dan seterusnya. Permainan dapat diakhiri apabila salah satu peserta didik merasa lelah.

Demikian permainan Hitung Sentuh ini dalam pemanasan mata pelajaran PJOK di SD. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi teman-teman guru PJOK lainnya, agar tidak bosan dan menjadi pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi anak-anak. (*)