Menumbuhkan Karakter Religius melalui Program Pembiasaan Keagamaan di Sekolah

Oleh: Zumaroh, S.Pd.I
Guru PAI SD Negeri Karangrejo 1, Kec. Wonosalam, Kab. Demak

MENURUT Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, menjelaskan bahwa fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkan di dalam pasal 3, yang mengatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Selamat Idulfitri 2024

Dari uraian di atas, bisa diketahui bahwa salah satu fungsi dari Penyelenggaraan Pendidikan Nasional adalah untuk membentuk watak atau karakter. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain (tabiat, watak, kepribadian).

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pemerintah mencanangkan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Menurut T. Ramli, Pengertian Pendidikan Karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak. Sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik. Adapun Pendidikan Karakter utama yang ditumbuhkan dan dikuatkan di sekolah yaitu Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas.

Pembentukan karakter religius dapat dilakukan melalui beberapa metode, di antaranya dengan menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian/pengawasan, dan hukuman (Ulwah, 2013). Pendidikan karakter yang akan ditumbuhkan dan dikuatkan di sekolah penulis, SD Negeri Karangrejo 1 salah satunya adalah karakter religius melalui program pembiasaan. Pembiasaan adalah sebuah cara yang dilakukan untuk membiasakan anak didik berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Pendidikan hanya akan menjadi angan-angan belaka, apabila sikap ataupun perilaku yang ada tidak diikuti dan didukung dengan adanya praktik dan pembiasaan pada diri. Pembiasaan mendorong dan memberikan ruang kepada anak didik pada teori-teori yang membutuhkan aplikasi langsung, sehingga teori yang pada mulanya berat menjadi lebih ringan bagi anak didik bila sering kali dilaksanakan.(Ulwah, 2013)

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pembiasaan keagamaan yang dapat dilaksanakan untuk menumbuhkan karakter religius murid di sekolah, di antaranya yaitu membaca asmaul husna dan selawat nariyah, berdoa sebelum dan sesudah belajar, membaca dan melafalkan surat-surat pendek dalam Al Quran (Juz 30), Salat Duha dan Salat Zuhur berjamaah, Jumat beramal, Pesantren Ramadan, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), dan santunan untuk yatim-piatu. Adapun tahapan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan program pembiasaan keagamaan yaitu melakukan konsultasi dengan kepala sekolah, berkoordinasi dengan rekan sejawat, membuat jadwal kegiatan, mensosialisasikan ke murid, melakukan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan, menjalin kerja sama dengan pihak yang terkait dan yang terakhir tentunya dengan mengevaluasi dari pelaksanaan kegiatan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Untuk keberhasilan program pembiasaan dalam menumbuhkan karakter religius di sekolah, dibutuhkan kerja sama dari semua warga sekolah dan pihak terkait dalam keterlaksanaan program. Agar program yang sudah dirancang benar-benar bisa dijalankan secara konsisten dan terus menerus atau berkelanjutan. (*)