Analisis SWOT Sekolah dengan Pendekatan Cooperative Learning

Oleh: Iswardono, S.Pd.
Kepala SDN 03 Pagergunung, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

PERUBAHAN zaman dan tuntutan kualitas pendidikan atau mutu pendidikan yang baik merupakan suatu hal yang harus dihadapi oleh setiap lembaga pendidikan. Di samping percepatan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, modernisasi, dan budaya serta seni yang telah merambah ke semua aspek kehidupan menjadikan perubahan menjadi kompleks. Dalam rangka merespons dinamika dan perubahan zaman yang kian maju, lembaga pendidikan juga dituntut agar dapat mengambil bagian dalam menata perubahan. Dunia pendidikan harus dapat menyesuaikan perkembangan zaman agar output pendidikan dapat bersaing di ranah perubahan yang baik. Berkenaan dengan hal tersebut, yang menjadi permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya mutu pendidikan pada satuan pendidikan (Rivai dan Murni, 2012). Dengan adanya desentralisasi, manajemen pendidikan memberikan kewenangan yang luas kepada pihak sekolah dalam melakukan berbagai kegiatan dari perencanaan hingga pengendalian pendidikan di sekolah. Maka dari itu, lembaga pendidikan harus mampu menganalisis dan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang akan dihadapi oleh lembaga pendidikan tersebut kemudian membuat rencana strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Selamat Idulfitri 2024

Analisis SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan Albert Humprey, yang merupakan akronim dari strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunity (kesempatan), dan threat (ancaman). Analisis SWOT terdiri dari analisis lingkungan strategis (analisis eksternal) dan analisis situasi sekolah (analisis internal). Menurut Mulyasa (2010), analisis lingkungan strategis sekolah meliputi kajian terhadap berbagai komponen yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup sekolah. Hal ini mencakup komponen geografis, demografis, ekonomi, sosial, keamanan, budaya, dan politik. Analisis situasi sekolah meliputi komponen konteks, input, proses, output, dan out came. Analisis SWOT dianggap sebagai metode analisa yang paling dasar, yang berguna untuk melihat suatu topik atau permasalahan dari empat sisi yang berbeda. Hasil analisa biasanya berupa arahan atau rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman.

Kepala sekolah yang profesional akan memberikan dampak positif dan perubahan mendasar dalam pembaruan sistem pendidikan di sekolah. Dampak positif tersebut antara lain efektivitas proses pendidikan, tumbuhnya kepemimpinan sekolah yang kuat, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, tertanamkannya budaya mutu, terwujudnya teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis, kemandirian, transparansi manajemen, adanya kemauan untuk berubah, tanggap terhadap kebutuhan, akuntabilitas, dan sustainabilitas (Hastuti dan Evi, 2014).

Implementasi analisis SWOT di SDN 03 Pagergunung dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan bantuan matriks SWOT 4 kuadran, dengan hasil analisis SWOT sebagai berikut: (strengths) yang dimiliki memenuhi semua standar dari indikator mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah; (weaknesses) yang dimiliki letak geografis sekolah, stakeholder yang kurang disiplin, sistem manajerial yang kurang rapi; (opportunities) yang dimiliki kemitraan yang tinggi, peningkatan suasana kondusif; sedangkan (threats) yang harus dihadapi yakni menyatukan civitas akademika satu visi, persaingan lembaga pendidikan eksternal, perubahan globalisasi. Adapun faktor pendukung implementasi analisis SWOT adalah stakeholder yang aktif, dan kepala sekolah yang progresif dalam evaluasi dan pengembangan. Sedangkan untuk faktor penghambatnya yakni adanya kendala sistem informasi manajemen, sumber daya manusia yang kurang profesional, dan tipe kepemimpinan.

Terdapat kesinambungan analisis SWOT dalam kaitannya dengan mutu pendidikan. Dengan adanya analisis SWOT, maka sekolah mampu mengoptimalkan kekuatan untuk menutupi kelemahan serta mampu memanfaatkan peluang untuk menghindari hambatan. Sehingga dapat merencanakan strategi yang tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan dan dari hasil analisis SWOT dapat mengetahui mutu suatu lembaga pendidikan. (*)