Analisis Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Ekosistem dengan PBL

Oleh: Arfiani, S.Pd.
Guru IPA SMP Negeri 2 Comal, Kabupaten Pemalang

ILMU Pengetahuan Alam (IPA) erat kaitannya dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi merupakan suatu proses inkuiri. Siswa tidak selalu dapat memahami konsep dalam IPA. Terkadang, mereka menemui kesulitan dalam mempelajari IPA. Kesulitan belajar dalam IPA, menurut Ornek, Robinson & Haugan (2008: 30) disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya dari diri siswa sendiri seperti rendahnya motivasi dan ketertarikan belajar, tidak mempelajari lagi materi yang telah diperoleh, tidak membaca buku teks, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, kurangnya pengalaman siswa sebagai pengetahuan awal, rendahnya kemampuan matematika, serta rendahnya kemampuan bahasa. Salah satu kompetensi dasar dalam muatan IPA kelas VII, yaitu Menganalisis Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Ekosistem, guru IPA SMPN 2 Comal, Kabupaten Pemalang, guru memilih model pembelajaran kooperatif tipe Project Based Learning (PBL).

Selamat Idulfitri 2024

Saefudin (2014:58) berpendapat bahwa project based learning merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Skenario pembelajaran dengan metode PBL dapat diuraikan sebagai berikut: 1) guru memulai pembelajaran dengan sebuah pertanyaan. Pertanyaan harus mengandung permasalahan yang harus dipecahkan dan menghasilkan sebuah penemuan atau produk; 2) guru dan siswa secara berkolaborasi membuat suatu perencanaan. Perencanaan tersebut meliputi: aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan mendasar dengan mengintegrasikan berbagai subjek yang mendukung, serta menginformasikan alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek; 3) menyusun jadwal aktivitas, 4) mengawasi proses pengerjaan proyek; 5) memberikan penilaian terhadap. Penilaian di lakukan untuk membantu siswa dalam mengukur ketercapaian standar pada proses dan produk yang dihasilkan; 7) melakukan evaluasi. Pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan, baik secara individu maupun kelompok.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Model PBL memiliki beberapa kelebihan, antara lain: 1) meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai; 2) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah; 3) membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem kompleks; 4) meningkatkan kolaborasi; 5) mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi; 6) meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber; 7) memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas; 8) menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dengan dunia nyata; dan 9) membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Selain itu, PBL juga memiliki kelemahan, antara lain: 1) memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks; 2) banyak orang tua peserta didik yang merasa dirugikan karena menambah biaya untuk memasuki sistem baru; 3) banyak guru merasa nyaman dengan kelas tradisional; 4) banyaknya peralatan yang harus disediakan; 5) siswa memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan; 6) ada kemungkinan siswa yang kurang aktif dalam kerja kelompok; dan 7) apabila topik yang diberikan pada masing-masing kelompok berbeda, dikhawatirkan siswa tidak memahami topik secara keseluruhan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Tanpa mengesampingkan kelemahan yang dimiliki, model pembelajaran PBL dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam berkolaborasi dengan rekan sekelas, siswa dengan guru, siswa dengan lingkungan, dan interaksi dengan guru menjadi lebih hidup. Selain itu, siswa memahami materi tidak hanya berupa hafalan, melainkan mengalami dan menyelesaikan permasalahan sendiri dengan bimbingan guru. (*)