Dadu Ajaib Tingkatkan Vocabulary Bahasa Inggris

Oleh: Kholikoh, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Bantarbolang, Kabupaten Pemalang

KOSA kata (vocabulary) bukan hanya sekedar sebuah daftar kata yang harus diingat, lebih penting lagi adalah kemampuan dalam mengaplikasikannya dalam situasi dan konteks kalimat yang berbeda. Bahkan menurut penelitian, kosa kata adalah indikator yang penting dalam kesuksesan seseorang memahami bacaan (Biemiller, 2003). Ada banyak cara dalam memperkaya kosa kata. Sayangnya, masih banyak guru bahasa Inggris yang terjebak dengan gaya belajar yang justru kontra-produktif, yang pada gilirannya membuat kesan bahwa bahasa Inggris susah dan sangat rumit.

Selamat Idulfitri 2024

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam pengajaran vocabulary adalah guru mengharuskan siswa menggunakan kamus untuk mencari kosa kata baru lebih dari 10 kata per hari. Kosa kata yang baru hanya digunakan dalam 1 konteks kalimat, sehingga ketika menemui kata yang sama dalam konteks kalimat berbeda menjadi bingung, pasif, dan kurang kreatif dalam bermain kata-kata. Pembelajar hanya dikenalkan kosa kata baru dan mengabaikan pronunciation pengucapan yang benar. Sering kali guru membaca hanya berdasarkan asumsi saja, atau berspekulasi terhadap benar tidaknya pengucapannya. Sehingga banyak muncul masalah dalam listening, atau ketika dihadapkan pada native, kata yang sebenarnya sudah tahu namun terdengar asing. Terakhir, guru memberikan latihan-latihan tertulis tanpa meminta pembelajar untuk membaca dengan keras. Padahal membaca sangat membantu lidah agar terlatih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 01 Bantarbolang menggunakan media dadu ajaib untuk membantu proses pembelajaran lebih efektif. Dadu Ajaib adalah salah satu bentuk permainan untuk membantu anak mengenal kosakata bahasa inggris dengan metode selain membaca teks atau menghafal kata dari buku. Dadu ajaib bisa dibuat sendiri dengan bahan dan peralatan seadanya. Guru hanya perlu menyiapkan kertas atau apa pun untuk membuat dadu. Sedangkan kosa kata bisa dibuat sendiri dengan kertas cover. Pada kertas tersebut, guru menuliskan kosa kata pada salah satu sisi kartu.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Cara memainkan dadu ajaib sama seperti permainan monopoli atau ular tangga. Guru menyiapkan dadu yang akan dipakai bermain. Kartu kosa kata dibagikan oleh guru, diletakkan di atas meja siswa. Tiap satu siswa mendapat satu buah kartu. Guru bisa memilih topik kosakata yang ingin dipelajari. Siswa berhitung mulai dari depan ke belakang, kemudian menuliskan “angka diri mereka” di atas selembar kertas bekas dalam tulisan angka dan Bahasa Inggrisnya, kemudian diletakkan bersebelahan dengan kartu kosakata. Angka yang mereka tuliskan di atas kertas ini kemudian disebut sebagai “Nomor Meja”.

Guru menginstruksikan pada siswa, sekaligus memberikan contoh aktivitas yang akan dilakukan siswa dengan cara melempar dadu pertama. Jumlah bulatan yang muncul di dadu merupakan penanda bahwa siswa harus bergerak sebanyak jumlah langkah sesuai dengan mata dadu yang keluar. Cara bergeraknya adalah dengan melihat nomor mejanya masing-masing. Misal jika nomor mejanya 5 dan dadu menunjuk bulatan 3, maka siswa yang tadinya bernomor meja 5 harus berpindah ke meja nomor 8.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Setelah siswa menempati meja barunya, dalam hitungan ke-5 semuanya sudah harus memeriksa kartu yang ada di meja tersebut. Setelah itu mereka harus membalikkan kartu tersebut dan memutar badan 1800, lalu menuliskan kosakata yang mereka dapat. Guru akan menyebutkan sebuah angka dalam Bahasa Inggris, dan siswa yang angkanya disebut harus mengucapkan kosakatanya dengan lantang. Siswa yang tadi nomornya dipanggil boleh maju ke depan kelas untuk melemparkan dadu. Demikian seterusnya sampai semua siswa mendapat giliran.

Belajar vocabulary melalui dadu ajaib sangat memotivasi siswa untuk terus belajar mengembangkan kemampuan dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Guru tidak sebatas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membantu siswa agar terampil dalam mengingat kosakata. Melalui kegiatan bermain, maka terjadi stimulus yang membuat siswa memahami konsep dan pengetahuan secara alamiah serta membantu anak mengembangkan kecerdasannya. (*)