Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengikuti Pengajian dalam Rangka Haul Simbah Ageng Asy’ari

KOMPAK: Mahasiswa KKN UIN Walisongo foto bersama usai mengikuti pengajian di Desa Batu Karangtengah Demak, Sabtu (25/06). (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Kelompok 90 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogam (KKN MIT) ke-14 UIN Walisongo Semarang mengikuti kegiatan pengajian dalam rangka Haul simbah Ageng Asy’ari yang diadakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan juga Pemerintah Desa Batu Karangtengah Demak, Sabtu (25/06).

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengikuti khataman Al-Qur’an dan juga tahlilan. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan rasa ketaqwaan dan keimanan serta menciptakan rasa toleransi bersama bagi masyarakat desa Batu dan mahasiswa kelompok 90 KKN MIT-14  UIN Walisongo Semarang.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Maesaroh, Lurah Desa Batu, acara tersebut sebenarnya diadakan pada pagi hari, karena tempat acara terkena banjir jadi dipindah di malam hari dan tempat acaranya sendiri yang seharusnya diadakan di makam simbah Ageng Asy’ari dipindah di depan pemukiman warga.

Baca juga:  MTsN 9 Bantul Dorong Kecintaan Beragama lewat Pesantren Ramadan

“Simbah Ageng Asy’ari merupakan Danyang desa Batu dan secara tidak langsung simbah Ageng Asy’ari merupakan orang yang melindungi desa Batu dari Bala Musibah, oleh karena itu setiap bulan Apit (Dzulqo’dah) diperingati sebagai sedekah bumi bagi desa Batu Karangtengah,” ujarnya.

Pengajian tersebut sendiri diisi oleh Kiai Rizal Nuruddin yang berasal dari Wonowoso Karangtengah Demak. Dalam pembicaraannya, Kiai Rizal Nuruddin mengajak desa Batu bersama-sama untuk mengingat kebaikan dari Simbah Ageng Asy’ari yang di mana karena keberkahan dari simbah Ageng Asy’ari masyarakat desa Batu bisa berkumpul menjadi satu dalam acara pengajian.

Baca juga:  Semarakkan Bulan Suci, SMPN 5 Banguntapan Gelar Pesantren Kilat

Selain itu, beliau juga menjelaskan untuk tidak bersifat dengki, mengadu  domba sesama dan juga mempercayai dukun. Karena ketiga hal tersebut yang menyebabkan tidak diakui menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Diakhir acara, Mahasiswa KKN UIN Walisongo turut membantu warga sekitar membersihkan lokasi pengajian sebagai bentuk rasa terima kasih telah mengajak mahasiswa KKN UIN Walisongo turut hadir dalam pengajian. Masyarakat desa Batu sendiri berharap kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang untuk terus berpartisipasi dal am kegiatan keagamaan yang ada  di desa Batu Karangtengah Demak. (kkn/gih)