Tingkatkan Antusias dan Minat Belajar Siswa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Turut Mengajar di Madin Al-Khusna

SEKOLAH: Mahasiswa KKN MIT DR-14 Kelompok 72 UIN Walisongo saat mengajar di Madin Al-Khusna, belum lama ini. (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Mahasiswa KKN MIT DR-14 Kelompok 72 UIN Walisongo Semarang ikut dalam kegiatan belajar mengajar di Madin Al-Khusna, Lingkungan Gintungan, Kelurahan Bandungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, belum lama ini.

Di Madin Al-Khusna, Lingkungan Gintungan ini dibagi menjadi dua kategori kelas, yaitu TPQ dan Awaliyah. Untuk kelas TPQ terdiri dari anak-anak usia PAUD yang pembelajaran nya masih berupa pengenalan huruf-huruf Hijaiyah, belajar membaca huruf Hijaiyah yang bersambung atau terpisah. Mereka juga diajarkan rukun iman, rukun Islam, sholawat-sholawat dan kisah-kisah dari para nabi dan wali Allah. Kemudian kategori kelas yang kedua yaitu, Awaliyah yang terdiri dari anak-anak usia SD kelas 1 sampai kelas 4 dengan tingkat pembelajaran yang lebih tinggi dari TPQ yaitu mereka dibekali mata pelajaran tauhid, akhlak, tajwid, Fiqih dan mata pelajaran lainnya yang bersumber dari kitab-kitab.

Selamat Idulfitri 2024

Kegiatan Madrasah Diniyah di Lingkungan Gintungan, Kelurahan Bandungan ini berlangsung mulai dari hari Sabtu sampai Kamis dan berlangsung dari jam 16.00 sampai 17.00. Kegiatan mengaji dimulai dengan membaca Asmaul Husna dan doa belajar secara bersama lalu ditutup dengan membaca surat Al-asr, doa majlis kemudian salam.

Baca juga:  Hujan, Siswa Tetap Antusias Rayakan HUT ke-56 SMPN 1 Jetis

“Anak-anak Madin Al-Khusna ini sangat senang dan antusias dengan adannya mahasiswa KKN dari UIN Walisongo. Hal ini terlihat ketika kami datang, para siswa sering kali meminta jam pembelajaran lebih lama dan mereka tidak keberatan jika harus pulang terlambat. Bahkan, tidak puas hanya di Madin, mereka juga mendatangi posko KKN kami setiap malam untuk belajar bersama kami. Hal ini karena menurut mereka pembelajaran yang kami terapkan mudah dipahami dan menyenangkan,” kata Fariz Naufal, Koordinator Kelompok 72 KKN MIT DR Tahun 2022 ini.

Baca juga:  Udinus Raih Akreditasi Bertaraf Internasional

Sementara itu, Muh Rofi’I, salah satu ustadz atau pengajar di Madin Al-Khusna menjelaskan, Madin Al-Khusna ini masih tergolong lembaga pendidikan yang sederhana apabila dibandingkan dengan lembaga atau madrasah Diniyah ditempat lain yang dalam pembagian kelas dan mata pelajaran nya juga lebih komprehensif. Hal ini karena kurangnya minat belajar anak-anak terutama belajar mengaji dan agama. Mayoritas peserta didiknya adalah usia sekolah TK dan SD kelas 4, sedangkan usia diatas itu biasanya sudah tidak mau bersekolah dan mengaji. Inilah yang menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama-sama.

Baca juga:  Tebar Kebermanfaatan bagi Sesama lewat Bakti Lingkungan

“Oleh karena itu, sebagai pengajar di Madin ini kita harus sabar dan telaten sebab karakter anak-anak nya juga berbeda. Dan kami sangat senang apabila adik adik mahasiswa mau ikut serta mengikuti pembelajaran di Madin ini. Kami berharap kepada mahasiswa KKN ini untuk memotivasi dengan menciptakan pola-pola pengajaran yang menyenangkan sehingga meningkatkan minat belajar anak anak peserta didik di sini,” tuturnya. (kkn/gih)