Zona Hijau, Peternak Ini Bagikan Tips

  • Bagikan
SUASANA: Salah satu kandang sapi di Srandakan, Bantul yang secara perdana mendapat vaksin PMK, belum lama ini. (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Salah satu zona hijau atau zona yang aman dari wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK)  di Kabupaten Bantul adalah di Kapanewon Srandakan. Hal tersebut tentunya terdapat upaya-upaya yang dilakukan agar hewan ternak terhindar dari wabah tersebut.

Ketua kelompok ternak Pandan Mulyo, Jumadi mengungkapkan, setelah mengetahui berita mengenai PMK, pihaknya langsung melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan. Salah satunya dengan larangan lalu lintas ternak luar yang masuk diwilayahnya.

“Tidak boleh lalu lintas ternak dari luar masuk kesini. Belantik-belantik saja saya batasi untuk masuk kesini,” katanya belum lama ini.

Meskipun Belantik (Perantara dalam jual-beli ternak, Red) tidak terkena  penyakit, namun orang tersebut dapat membawa wabah PMK. Sehingga Jumadi pun melakukan peraturan dengan ketat.

Lebih lanjut ia menjelaskan, yang terpenting adalah porsi makan yang cukup. Selain itu juga kandang yang rutin dibersihkan

Baca juga:  Bupati Minta Karang Taruna Asah Potensi Untuk Pembangunan

“Yang penting adalah makan cukup, kandang juga dibersihkan pagi dan sore. Kandang juga disemprot untuk mengusir lalat yang dapat menularkan penyakit,” imbuhnya.

Jumadi mengatakan, populasi hewan ternak di kelompoknya berkisar 400 sapi dengan jumlah 80 peternak. Dimana kebutuhan sapi tersebut berguna untuk menopang ekonomi.

“Kebutuhan sapi disini jelas untuk menopang ekonomi, kotorannya juga untuk pupuk disawah. Saat ini tersedia untuk hewan kurban,” ucapnya.

Di tahun ini, kelompoknya telah mendapatkan pesanan sebanyak 90an ekor sapi untuk Idul Adha. Dimana dengan adanya wabah tersebut harga sapi menjadi naik.

“Mendekati Idul Adha harga sapi naik. Ada yang 22 juta, 23, 25 hingga 35 juta tergantung besaran dan gemuknya,” ujarnya.(ers/ziz)

  • Bagikan