Menyusun Kalimat Sederhana dengan Kartu Kata

Oleh: Anteng Nurhayati, S.Pd. SD
Guru SDN 02 Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang

TANTANGAN berat bagi guru kelas rendah, terutama kelas 1 dan 2 adalah bagaimana menuntaskan belajar siswa pada kompetensi membaca, menulis, dan berhitung. Membaca dan menulis permulaan, bagi sebagian siswa, sudah diselesaikan di kelas 1. Di kelas berikutnya adalah bagaimana siswa dapat menyusun sebuah kalimat sederhana dengan baik dan benar. Dalam menyelesaikan kompetensi ini, guru kelas 2 SDN 02 Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang membuat media pembelajaran sendiri berupa kartu huruf. Model kartu huruf ini dibuat semenarik mungkin dengan menggunakan kertas warna-warni. Hal ini dimaksudkan untuk menarik minat dan membangkitkan antusiasme siswa dalam proses belajar. Kartu huruf merupakan abjad-abjad yang dituliskan pada potongan-potongan  suatu media, baik karton, kertas maupun papan tulis (tripleks). Potongan-potongan huruf tersebut dapat dipindah-pindahkan sesuai keinginan pembuat suku kata, kata,maupun kalimat.  Penggunaan  kartu  huruf  ini  sangat  menarik  perhatian  siswa  dan  sangat  mudah digunakan dalam pengajaran menyusun kalimat sederhana. Selain itu kartu kata juga melatih kreatifsiswa dalam menyusun kata-kata sesuai dengan keinginannya

Selamat Idulfitri 2024

Adapun langkah pembelajaran menggunakan kartu huruf ini yaitu guru melakukan tanya jawab tentang benda yang ada di dalam kelas kemudian memperlihatkan kartu kata yang telah disiapkan dari rumah. Guru memberikan langkah dan contoh bagaimana cara bermain kartu kata tersebut sehingga membentuk suatu kalimat sederhana: 1) guru memberi contoh cara bermain kartu gambar dan kartu kata, 2) tahap pertama guru menunjukkan kepada anak kartu gambar dengan tulisan, 3) guru meminta anak menyebutkan satu persatu kata yang ada pada bawah gambar, 4) guru menugaskan anak untuk mengambil salah satu gambar yang disediakan, 5) guru memberi tugas kepada anak untuk menyusun kartu kata sesuai dengan tulisan yang telah ditunjukkan oleh guru, 6) guru kemudian bertanya kepada anak, kata apa saja yang sudah disusunnya, begitu selanjutnya sampai kata-kata tersebut membentuk satu kalimat, 7) tahap kedua guru kembali menunjukkan kartu gambar, namun pada tahap 2 ini tanpa tulisan, 8) siswa ditanya, gambar apakah ini? Kemudian anak diberi tugas untuk mengingat – ingat lagi bagaimana tulisan yang ada digambar itu tadi, 9) siswa diberi tugas untuk mencari kartu kata yang sesuai dan disusun sesuai dengan gambar yang ditunjukkan guru, 10) siswa menyebutkan kata apa saja yang sudah disusunnya, dan membaca tulisan yang sudah disusun dari kartu huruf tersebut.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Media kartu kata ini selain memiliki kelebihan, juga memiliki kelemahan. Kelebihan media gambar sebagai salah satu teknik media pembelajaran yang efektif karena mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas, kuat dan terpadu melalui pengungkapan kata-kata dan gambar. Selain itu, pengalaman anak saat bermain dengan media kartu kata akan membekas dalam memori jangka panjangnya. Sedangkan kelemahan media kartu kata adalah ditampilkan dalam ukuran yang tebatas, sehingga kurang dapat dilihat oleh semua peserta didik terutama peserta didik di bagian belakang, seperti itulah yang dimaksud kurang efektif dalam pembelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Meskipun demikian, dalam penerapannya, media kartu kata terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat sederhana di kelas rendah. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar media ini dapat digunakan oleh guru sekolah lain untuk meningkatkan kemampuan membaca siswanya. (*)