Libur Sekolah, Pengunjung Naik 70 Persen

ASIK: Pengunjung sedang menikmati sensasi wisata adrenalin di lereng Merapi, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

SLEMAN, Joglo Jogja – Libur sekolah menjadi salah satu momentum kebangkitan pariwisata pasca pandemi Covid-19. Di Kabupaten Sleman sendiri, peningkatan pengunjung wisata meningkat 50 sampai 70 persen saat libur sekolah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan, berdasar pantauan yang dilakukan jajarannya di beberapa destinasi wisata, jumlah kunjungan meningkat dibanding hari-hari sebelum libur sekolah. Secara signifikan, pengunjung terus bertambah saat libur sekolah.

Selamat Idulfitri 2024

“Jika keramaian sebelumnya hanya pada saat akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu, kini di luar akhir pekan pun kunjungan wisatawan tetap ramai.  Rata-rata kenaikan pengunjung 50 sampai 70 persen,” bebernya Senin (4/7).

Baca juga:  15 Perusahaan di Yogyakarta akan Diawasi Terkait THR

Lebih jauh menurutnya, pengunjung wisata saat libur sekolah di dominasi dari grup sekolah maupun keluarga dari luar kota. Hal tersebut menjadikan beberapa destinasi wisata di daerah ini mengalami kenaikan pengunjung.

Selain itu, beberapa destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi di antaranya Studio Alam Gamplong, Kawasan Kaliurang – Kaliadem, Taman Wisata Breksi, Grojogan Watu Purbo, dan Mini Zoo Jogja Exotarium. Selain wisata berbasis alam, di momen libur sekolah tahun ini museum juga menjadi destinasi favorit yang cukup ramai dikunjungi.

“Beberapa museum di Sleman cukup ramai. Seperti museum Gunung Merapi, Ullen Sentalu dan Monumen Jogja Kembali (Monjali) dengan titik puncak jumlah kunjungan dalam sehari berkisar 800-an sampai 1.800-an pengunjung,” ungkapnya.

Baca juga:  Belum Semua UMKM di Sleman Bersertifikat Halal

Ia menuturkan, kondisi pandemi Covid-19 yang semakin melandai menjadikan geliat pariwisata semakin meningkat. Kendati demikian, pihaknya tetap mengingatkan kepada pengelola destinasi wisata agar tetap mengutamakan Protokol Kesehatan. Guna menjaga kesehatan setiap pengunjung.

“Pengelola destinasi baik yang berada pada tempat terbuka, maupun dalam ruangan kami imbau untuk selalu mengingatkan penerapan Prokes wisatawan. Mengingat kita masih dalam masa pandemi Covid-19,” tandasnya.(fif/ziz)