Peningkatan Aktivitas Pembelajaran melalui Model Team Quiz

Oleh: Kusnin, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 02 Kedungbanjar, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PROSES pembelajaran yang baik dan tepat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang bagus, harapan yang dicapai adalah peserta didik memahami apa yang di pelajari dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, pendidik dituntut memiliki pengetahuan yang inovatif agar dalam proses pembelajaran bukan hanya pendidik yang aktif, tetapi juga mampu berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran yang optimal mampu terwujud.

Selamat Idulfitri 2024

Namun pada kenyataannya, pada proses pembelajaran di SD Negeri 02 Kedungbanjar kelas VI didapat hasil penilaian kognitif yang kurang memuaskan. Peserta didik belum menunjukkan adanya respons yang baik dalam mengikuti pelajaran, peserta didik terlihat pasif terkesan hanya datang, duduk, diam, dan dengar penjelasan guru dan enggan untuk berinteraksi dalam proses kegiatan pembelajaran. Masalah yang melatar belakangi rendahnya hasil belajar ini antara lain metode pembelajaran yang diterapkan kurang menarik dan kurang bervariasi. Peserta didik kurang dilibatkan aktif dalam proses pembelajaran.

Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk terlibat aktif, agar peserta didik lebih berperan dan tertarik serta antusias mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang dimaksud yaitu dengan metode Team Quiz. Menurut Zaini, dkk (2008). Team Quiz adalah salah satu tipe dalam metode pembelajaran aktif yang berfungsi untuk menghidupkan suasana belajar, yakni dengan mengaktifkan peserta didik untuk bertanya maupun menjawab. Team Quiz merupakan metode pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat dan pola kritis peserta didik. Model pembelajaran Team Quiz mengarahkan peserta didik untuk aktif serta mengalami rasa senang, model ini mengarah pada karakteristik peserta didik usia sekolah dasar karena berbentuk sebuah permainan.

Langkah-langkah model pembelajaran Team Quiz menurut Silbermen (2016) adalah sebagai berikut: 1). Pilihlah topik yang bisa disajikan dalam tiga segmen; 2). Bagilah peserta didik menjadi tiga tim; 3). Jelaskan format pembelajaran dan masalah penyajian materi, batasi hingga 10 menit; 4). Perintahkan tim A untuk menyiapkan kuis jawaban singkat. Kuis tersebut harus sudah siap dalam waktu tidak lebih dari 5 menit; 5),Tim A memberi kuis kepada anggota tim B, Jika tim B tidak dapat menjawab satu pertanyaan, Tim C segera menjawabnya; 6). Tim A mengarahkan pertanyaan berikutnya kepada Tim C dan mengulang proses tersebut; 7). Ketika kuisnya selesai, lanjutkan dengan segmen kedua dan tunjuklah Tim B sebagai pemandu kelas; dan 8) Setelah Tim B menyelesaikan kuisnya, lanjutkan dengan segmen ketiga dan tunjuklah Tim C sebagai pemandu kuis.

Model Pembelajaran Team Quiz memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat menghilangkan kebosanan dalam lingkungan belajar, mampu membangun keaktifan pada diri siswa, meraih makna belajar melalui pengalaman karena memfokuskan siswa sebagai subjek belajar, menambah semangat dan minat belajar siswa, memberdayakan semua potensi dan indra semua siswa, menggunakan media bervariasi serta disesuaikan dengan pengetahuan yang sudah ada.

Penggunaan model pembelajaran Team Quiz mampu mengoptimalkan keaktifan belajar siswa, terbukti siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tentunya hasil belajar pun mencapai ketuntasan yang maksimal. (*)