Metode Post to Post Berbasis Lingkungan Sekitar pada Pembelajaran IPA

Oleh: Elis Nurbani Bintang, S.Pt.
Guru SMP Negeri 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

ILMU Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan mempelajari gejala alam secara sistematis (Lubis & Manurung 2010). Salah satu bidang kajian IPA yang dipelajari di sekolah tidak terlepas dari alam sebagai sumber ilmu pengetahuan. Hal ini disebabkan karena bahan kajian IPA mencakup fenomena alam yang berkaitan dengan aktivitas makhluk hidup dan interaksinya dengan lingkungan sekitar. Pembelajaran IPA di sekolah bertujuan supaya siswa memiliki pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam mata pelajaran IPA pada kurikulum 2013, dikembangkan menjadi integrative science studies. Sebagai pendidikan yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam. Pada Kurikulum 2013, kompetensi dasar (KD) mata pelajaran IPA sudah memadukan konsep dari aspek fisika, biologi, kimia serta bumi dan antariksa. Akan tetapi tidak semua aspek tersebut dapat dipadukan, karena pada suatu topik IPA tidak semua aspek dapat dipadukan satu sama lain. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi, agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah (Kemendikbud, 2013).

Perkembangan ilmu pengetahuan memberi peluang guru memanfaatkan alam sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan sumber belajar yang mendukung kegiatan pembelajaran, seperti lingkungan sekitar untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal dan bermakna bagi siswa (Kasrina et al. 2012). Keanekaragaman makhluk hidup di lingkungan sekitar mempermudah siswa mengamati berbagai jenis makhluk hidup dengan seluruh panca indra. Keanekaragaman tersebut juga dapat memberikan contoh jenis makhluk hidup selain yang sudah tercantum di buku paket siswa. Kurangnya siswa kelas 1 SMP N 7 Pemalang dalam pemahaman dan penguasaan konsep terhadap mata pelajaran IPA yaitu pada materi pembelajaran materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Terlihat bahwa siswa kurang memahami konsep dan belum mampu dalam membedakan klasifikasi makhluk hidup secara tepat. Supaya pembelajaran siswa di kelas berlangsung secara dua arah, maka diperlukan metode yang mendukung. Salah satunya menggunakan metode post to post di dalam kelas.

Metode post to post digunakan untuk mengatasi kendala alokasi waktu yang kurang serta rendahnya fokus siswa dalam pembelajaran di luar kelas. Metode ini diadopsi dari kegiatan wide games pramuka. Pada pelaksanaan metode post to post, pengamatan dan eksplorasi lingkungan sekitar sekolah dilakukan secara berkelompok (Hilferding 2001). Setiap kelompok siswa akan mengunjungi setiap post yang telah disediakan guru. Pada setiap post yang dikunjungi, terdapat penugasan mengklasifikasikan makhluk hidup. Alokasi waktu di setiap post berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penugasan, sehingga waktu pembelajaran akan lebih efektif. Penugasan kelompok di setiap post merupakan upaya agar siswa fokus pada pembelajaran serta aktivitas siswa mudah diamati. Kegiatan pengamatan secara langsung menggunakan metode post to post dapat mempermudah siswa memahami materi klasifikasi makhluk hidup, sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. Selain pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, lingkungan yang kaya akan sumber daya alam yang potensial juga dapat menumbuhkan kesadaran untuk mencintai dan menjaga lingkungan sekitar serta mensyukurinya sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. (*)