Belajar Zat Tunggal dan Campuran Dengan Mind Mapping

Oleh: Nurul Khotimah, S.Pd
Guru Kelas SD Negeri Kunir 1, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak

IPA merupakan salah satu muatan pelajaran pada kurikulum 2013 di sekolah dasar. Tujuan umum pembelajaran IPA adalah penguasaan peserta didik untuk memahami sains dalam konteks yang luas, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan khusus yang berorientasi pada hakikat sains adalah menguasai konsep sains yang komplekatif dan bermakna bagi peserta didik melalui kegiatan pembelajaran. Akan tetapi kondisi yang terjadi di kelas 5 SD Negeri Kunir 1 adalah minimnya keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Guru belum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplore kemampuan, ide dan kreatifitas peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna, guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran dan peserta didik hanya menerima materi yang disajikan guru tanpa pengalaman belajar yang menyenangkan. Kondisi ini juga terjadi pada pembelajaran IPA materi zat tunggal dan campuran. Maka guru hendaknya menerapkan suatu metode yang mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dan dapat mengeksplore diri secara maksimal yakni melalui metode mind mapping.

Selamat Idulfitri 2024

Melvin L. Silberman menyatakan bahwa mind mapping merupakan sebuah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran atau merencanakan penelitian baru. Sehingga menurut pendapat beberapa ahli bahwa mind mapping merupakan sebuah metode untuk mengelola informasi secara keseluruhan melalui pemetaan peta pikiran berbetuk percabangan yang dituangkan langsung kedalam media tulis (baik kertas maupun digital).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelebihan mind mapping yaitu lebih mudah melihat gambaran keseluruhan, membantu otak manusia untuk mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan, memudahkan penambahan informasi baru, pengkajian ulang dapat dilakukan lebih cepat. Sedangkan kekurangan mind mapping yaitu seringkali waktu terbuang untuk mencari kata kunci pengingat, karena kata kunci pengingat terpisah oleh jarak, waktu terbuang untuk menulis kata-kata yang tidak berhubungan dengan ingatan, dan waktu terbuang untuk membaca kembali kata-kata yang tidak penting.

Adapun yang diperlukan dalam metode mind mapping adalah menemukan ide-ide yang berhubungan dengan masalah yang ingin diselesaikan. Berikut ini langkah pembuatan mind mapping:diawali dengan menentukan topik utama dan biasanya berbentuk kata kunci yang terdiri dari 1 sampai 3 kata. Kemudian tambahkan cabang berdasarkan topik utama dengan mencari ide-ide yang paling erat kaitannya dengan topik utama dan menjadikannya sebagai cabang pertama dari topik tersebut. Selanjutnya uraikan cabang utama menjadi beberapa sub-topik, dengan mencoba menentukan beberapa ide dengan ruang lingkup yang lebih kecil. Sehingga dapat menjadi ranting dari cabang utama. Dilanjutkan dengan menghubungkan setiap ide dengan garis, dengan menggunakan garis, kita akan semakin mudah untuk memahami isi dari mind map yang dibuat. Mulai dari topik utama hingga sub-topik yang paling spesifik. Lantas gunakan kode warna pada garis penghubung di setiap sub-topik dengan tujuan untuk mempermudah mengingat setiap ide pada sub-topik. Kemudian coba kembangkan sub-topik dengan ide-ide yang paling penting. Hal ini berguna untuk mencegah masuknya  ide yang tidak dibutuhkan. Terakhir yaitu tambahkan catatan kecil jika diperlukan. Tak jarang, nantinya mind mapping yang dibuat dapat memiliki jumlah cabang yang banyak. Agar tidak lupa makna dari setiap ide, tak ada salahnya membuat catatan kecil. Selain itu, catatan tersebut juga dapat menjadi keterangan dari ide-ide yang dianggap sulit atau kompleks.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Penggunaan metode mind mapping yang telah diterapkan seperti yang terjadi pada pembelajaran IPA di Kelas 5 SD Negeri Kunir 1 Kec. Dempet Kab. Demak dengan materi zat tunggal dan campuran dirasa sangat efektif dan menyenangkan, melalui penerapan metode mind mapping didapatkan fakta bahwa aktivitas guru dan aktivitas peserta didik meningkat, peserta didik juga lebih senang dan asik dalam mengikuti pembelajaran IPA khususnya materi zat tunggal dan campuran, serta mendorong peserta didik untuk aktif terlibat selama proses pembelajaran. Dengan meningkatnya aktivitas guru dan peserta didik maka berpengaruh terhadap hasil belajar IPA khususnya materi zat tunggal dan campuran di kelas 5 SD Negeri Kunir 1 Kec. Dempet Kab. Demak. (*)