Memaksimalkan Hasil Belajar IPS dengan Snowball Throwing

Oleh: Kunaeni, S.Pd.
SDN 01 Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang

PEMBELAJARAN Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang efektif dan bermakna akan mengembangkan potensi peserta didik untuk peka terhadap masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Sehingga dapat menjadi bekal bagi peserta didik mengatasi masalah yang akan mereka hadapi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Namun pada kenyataaannnya seringkali peserta didik memandang sulit terhadap pembelajaran IPS. Hal ini disebabkan IPS merupakan mata pelajaran yang memiliki cakupan materi yang cukup luas, selalu berkembang. Selain itu juga pendidik dalam kegiatan pembelajaran acapkali menggunakan metode yang kurang tepat. Menggunakan metode tradisional berupa ceramah, tanya jawab dan penugasan, yang dipandang kurang efektif dan tidak banyak membantu mengembangkan segenap potensi peserta didik secara optimal (Sulfemi 2015:71-83). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, di SDN 01 Pegundan, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang khususnya kelas V menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Kisworo (Patmawati, 2012) Pembelajaran Snowball Throwing adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa dibentuk dalam beberapa kelompok yang heterogen kemudian masing-masing kelompok dipilih ketua kelompoknya untuk mendapatkan tugas dari guru. Kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk  seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar kesiswa lain dan masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

Aqib (2013:37) berpendapat bahwa langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran Snowball trowing adalah sebagai berikut: 1). guru menyampaikan materi yang hendak disajikan, 2). guru membentuk kelompok-kelompok, 3). memanggil ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi, 4). masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannnya, 5). masing-masing siswa diberi satu lembar kertas kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompoknya. 6). kertas yang berisi pertanyaan bola dibuat seperti bola dan dilempar dari 1 siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 15 menit, 7).setelah siswa mendapatkan satu bola Pertanyaan, siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaaan , 8). evaluasi, 9). penutup.

Setiap model pembelajaran pasti memiliki Kelebihan dan kelemahan, untuk itu dengan adanya pembelajaran terpadu, maka pengembangan model yang bervariasi dapat membantu pencapaian tujuan tiap materi pelajaran. Menurut Patmawati 2012, model pembelajaran Snowball Throwing memiliki kelebihan: 1). suasana belajar menarik dan menyenangkan, 2). siswa mendapatkan kesempatan untuk meengembangkan kemampuan berpikir karena diberi kesempatan untuk membuat soal dan diberikan pada siswa lain, 3). melatih siswa untuk siap dengan berbagai kemungkinan karena siswa tidak tahu soal yang dibuattemannya seperti apa, 4). siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, 5). Pendidik tidak terlalu repot membuat media karena siswa terjun langsung dalam praktek,   6).  siswa akan lebih mengerti makna kerjasama dalam menemukan pemecahan suatu masalah. 7). tercapainya tiga aspek pendidikan yaitu kognitif, afektif dan juga psikomotorik .

Dengan memaksimalkan kelebihan model pembelajaran ini, kelemahan yang dimiliki dapat diminimalisir. Selain itu siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna, siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran, tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tentunya hasil belajar pun mencapai ketuntasan yang maksimal. (*)