PMK tidak Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban

  • Bagikan
SEHAT: Berjajar, kondisi sapi milik Dadang saat dijual di pinggir Jalan Kolonel Sugiono Desa Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (7/7). (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi belakangan ini, tidak mempengaruhi penjulan hewan kurban di Pemalang. Hal tersebut di ungkapkan oleh seorang penjual sapi di Pemalang, bahwa penjualannya naik dibandingkan tahun lalu, saat pandemi masih melanda.

Pedagang sapi kurban di Jalan Kolonel Sugiyono, Desa Beji, Kecamatan Taman, Dadang (40) mengatakan, penjualan hewan kurban miliknya meningkat, meskipun tidak terlalu tinggi. Hal itu, salah satunya karena perkembangan ekonomi masyarakat yang mulai membaik setelah pandemi mereda. Serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk beribadah kurban di tahun ini.

“Alhamdulillah, dari 26 ekor sapi itu sudah laku 23 ekor. Kemungkinan nanti akan saya tambah lagi, jika semakin ramai. Mungkin karena pandemi mulai mereda di tahun ini, jadi niat masyarakat berkurban juga naik,” terangnya di lokasi penjualan sapinya di Beji, Pemalang, Kamis (7/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, terkait dengan adanya PMK, hal itu tidak mempengaruhi penjualan di lapak miliknya. Sebab, ia memastikan semua sapi yang dijualnya, bersih, sehat dan terbebas dari PMK. Meskipun kemarin sempat ada gejala, namun langsung ditangani dengan diberikan obat, vitamim serta antibiotik, dan sapi negatif PMK.

“Dalam penanganan PMK, saya tidak menunggu dokter hewan datang. Secara pribadi memberikan obat-obatan untuk sapi, dan alhamdulillah sembuh. Sekarang malah sapinya sudah laku dijual, dan siap untuk ibadah kurban,” jelasnya.

Baca juga:  MUI Jateng Beberkan Syarat Sah Hewan Kurban

Hal serupa juga disampaikan pedagang kambing di Kelurahan Pelutan, Slamet (45) mengatakan, penjualan hewan kurban miliknya lebih ramai dibandingkan dua tahun belakang. Oleh karena itu, ia berharap, PMK yang meresahkan masyarakat bisa segera dikendalikan, agar nantinya tidak memperngaruhi penjualan hewan ternak.

“Saat ini cukup ramai dibandingkan 2020 dan 2021. Tapi dengan adanya PMK, pemerintah bisa lebih gencar memberikan obat juga vaksin, terutama untuk kambing. Meskipun memiliki imunitas lebih kuat dari sapi dan kerbau, tapi tetap saja, kambing juga dapat terinfeksi PMK,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan penanganan PMK saat ini, Pemalang telah mendapatkan dosis vaksinasi PMK. Kabid Peternakan Dinas Pertanian Pemalang Helmi menyebutkan, pihaknya ketika mendapatkan dosis vaksin, langsung bergerak bersama tim dokter hewan untuk memberikan vaksin PMK kepada sapi, kerbau, kambing dan domba yang masih sehat. Hal itu sebagai langkah pencegahan penularan PMK.

“Hewan kurban memang tidak kita berikan vaksin, tetapi kami pantau terus kesehatannya untuk memastikan daging ternak ini layak konsumsi. Dan vaksin ini khusus hewan berkuku dua yang masih muda, betina dan perah. Karena itu dilakukan, agar dapat melindungi semua ekosistem ternak yang ada di Pemalang,” imbuhnya. (fan/all)

  • Bagikan