Tingkatkan Hasil Belajar IPA melalui Diskusi Kelompok Jigsaw

Oleh: Yuhani, S.Pd.SD
Guru SDN 01 Ketapang, Kec. Ulujami Pemalang

PROSES pendidikan di sekolah melalui kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil-tidaknya siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan banyak tergantung pada bagaimana proses belajar. Terjadinya interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar diperlukan perencanaan proses yang cukup mantap karena dengan sendirinya keberhasilan belajar siswa akan ditentukan pula oleh perencanaan yang dibuat guru. Keberhasilan pendidikan akan banyak ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yakni keterpaduan antara kegiatan guru dan siswa. Maka, kegiatan belajar mengajar tidak dapat terlepas dari keseluruhan sistem pendidikan.

Selamat Idulfitri 2024

Selain itu, prestasi belajar siswa merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam proses belajar mengajar agar dapat mengetahui seberapa jauh penguasaan terhadap materi pelajaran. Prestasi belajar siswa itu tolak ukur keberhasilan proses belajar di sekolah. Atas dasar hal itu disusun atau dibuat rencana pengajaran yang tepat dan sesuai dengan kemampuan siswa. Dengan demikian diharapkan terjadinnya proses belajar mengajar yang dapat menjamin kemudahan-kemudahan belajar bagi siswa, sehingga siswa dapat mengembangkan potensi dan meningkatkan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Dalam kegiatan pembelajaran antara guru, siswa, materi pelajaran serta metode mengajar tidak dapat dipisahkan. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran karena guru merupakan kunci keberhasilan dari proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang baik dan membimbing siswa agar dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan adalah tugas dari seorang guru. Guru harus selalu untuk selalu melakukan inovasi-inovasi terhadap kegiatan belajarmengajar agar siswa tidak mengalami kebosanan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Kurikulum pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) meliputi berbagai mata pelajaran termasuk PKn, Bahasa Indonesia, IPS, IPA dan Agama. Untuk pembelajaran di kelas rendah menggunakan pembelajaran tematik, artinya mengaitkan atau memadukan antara mata pelajaran satu dengan yang. lain, tetapi masih dalam satu tema. Bagi kebanyakan guru pembelajaran tematik sangat membingungkan dalam menyampaikan materi pelajaran. IPA adalah ilmu yang mempunyai objek berupa fakta, konsep dan operasi serta prinsip. Kesemua objek tersebut harus dipahami secara benar oleh siswa karena materi tertentu dalam IPA bisa merupakan prasyarat untuk menguasai materi IPA yang lain, bahkan untuk mata pelajaran yang lain. Model pembelajaran Jigsaw adalah bentuk pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kecil secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan positif serta bertanggungjawab secara mandiri. Setiap anggota kelompok akan bertanggungjawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikannya kepada anggota kelompok yang lainnya. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama anggota kelompok dalam suasana kooperatif dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi (Slavin : 2011).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Diskusi kelompok dengan model pembelajaran Jigsaw adalah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh kelompok yang didalamnya ada Tim Ahli. Dalam diskusi kelompok, Tim Ahli bertugas membantu anggota kelompok yang lain menjelaskan materi. Kelompok Tim Ahli harus menguasai materi sebelum mereka memberikan materi kepada anggota yang lainnya. Selain itu, siswa dapat bekerja sama dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Kelebihan dalam model pembelajaran Jigsaw diantaranya mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar karena sudah ada Tim Ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya, pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat dan melatih siswa untuk lebih aktif dalam bekerja sama, berbicara dan berpendapat.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Sedangkan resiko dan kendala yang terjadi dalam model pembelajaran Jigsaw di antaranya siswa yang aktif akan mendominasi diskusi dan cenderung mengontrol jalannya diskusi, siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai Tim Ahli, siswa yang cerdas cenderung merasa bosan dan siswa yang tidak terbiasa berkompetisi akan kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran. Penerapan diskusi kelompok dengan model pembelajaran Jigsaw ini menghendaki adanya penguasaan materi bagi anggota Tim Ahli agar pembelajaran berjalan baik dan membuahkan hasil. Oleh karena itu, siswa yang tergabung dalam Tim Ahli nantinya akan menjelaskan materi kepada teman-temannya. Melalui diskusi kelompok dengan model pembelajaran Jigsaw diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa karena dengan siswa menyerap informasi lebih cepat dan mudah. (*)