Agi Oleng, Belajar Taharah Menjadi Lebih Menarik

Oleh: Sri Astuti, S.Pd.I
Guru PAI SD Negeri 1 Purwonegoro, Kec. Purwanegara, Kab. Banjarnegara

PEMBELAJARAN yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi peserta didik dan kreativitas pendidik. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi dan ditunjang dengan pendidik yang mampu memfasilitasi peserta didik akan pencapaian target belajar. Sehingga, target belajar dapat diukur oleh pendidik melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Kurangnya motivasi dari guru dan orang tua, kecerdasan yang berbeda, minat belajar yang minim, lingkungan dan latar belakang yang berbeda antara satu siswa dengan yang lainnya, serta lemahnya pemahaman bahasa, menyebabkan siswa kesulitan di dalam menerima penjelasan dari guru.

Selamat Idulfitri 2024

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadis, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan, serta penggunaan pengalaman. Di SD Negeri 1 Purwonegoro, Kecamatan Purwanegera, Kabupaten Banjarnegara, kelas 4, saat peserta didik melakukan proses belajar mengajar, terkadang anak merasa bosan, mengantuk dan asyik bermain dengan temannya. Hal itu dikarenakan proses belajar yang dilakukan secara monoton dengan metode ceramah, sehingga anak pasif dan tidak ikut berperan aktif dalam proses belajar.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting. Guru diharapkan memiliki berbagai cara atau model mengajar dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Karena proses pembelajaran yang hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar (Mulyasa, 2010:62)

Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran. Salah satunya dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran yang menarik agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa. Misalnya, dengan membimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya. Sehingga siswa mampu menguatkan pemahaman terhadap konsep-konsep yang diajarkan.

Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat membangkitkan semangat dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran mata pelajaran PAI dan budi pekerti materi Taharah sub tema wudu adalah dengan strategi cooperative learning atau bisa disingkat dengan Agi Oleng. Menurut Roger, dkk dalam Huda, (2015, hlm. 29). Cooperative learning adalah aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip, bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial di antara kelompok-kelompok pembelajaran yang di dalamnya, setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri, serta didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota kelompok yang lain.

Agi Oleng adalah salah satu strategi pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran mata pelajaran materi Taharah. Di mana strategi ini merupakan salah satu tindakan yang dapat mengubah gaya pembelajaran dan dapat menarik siswa dalam memahami mata pelajaran PAI materi Taharah subtema wudu. Taharah secara bahasa berarti bersih, sedangkan menurut istilah fuqaha (ahli Fiqih) Taharah berarti membersihkan hadas atau menghilangkan najis jasmani seperti darah, air kencing, dan tinja. Mata pelajaran PAI materi Taharah terutama yang menyangkut pengenalan dan pemahaman tentang cara-cara pelaksanaan menghilangkan dan membersihkan najis jasmani.

Agi Oleng adalah cara atau teknik pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kerja sama dengan siswa yang lain dalam menyelesaikan tugas, sehingga proses pembelajaran tidak menjenuhkan. Manfaat dari metode ini membantu meningkatkan prestasi belajar PAI terhadap siswa SD dan dapat menumbuhkan kreativitas guru dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran akan lebih menarik dan menyenangkan, serta menambah pengetahuan dalam meningkatkan pembelajaran. (*)