Jepara  

Pj Bupati Jepara Upayakan Ambil Langkah Bijak Perbedaan NU-Muhammadiyah

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pada Idul Adha kali ini terjadi perbedaan pelaksanaan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. NU melaksanakan Idul Adha pada Ahad (10/7) sedangkan Muhammadiyah pada Sabtu (9/7). Melihat hal itu, Pejabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menegaskan, pihaknya mengupayakan langkah seadil mungkin untuk merespon perbedaan tersebut.

“Dari ranah agama saja diwarnai banyaknya keberagaman, apalagi aliran. Dengan saling menghormatilah silaturrahim antar umat dapat terjalin dengan baik,” ujar Edy saat ditemui di Pendopo Bupati Jepara, Minggu (10/7).

Selamat Idulfitri 2024

Menurutnya, perbedaan merupakan fitrah dari manusia. Maka, pemerintah mengakomodir kepentingan NU dan Muhammadiyah. Supaya tidak terjadi gesekan karena perbedaan. Tidak hanya itu, Edy juga memastikan kondisi sosial di Jepara dalam keadaan damai dan aman dari radikalisme dan terorisme.

Baca juga:  Pemkab Jepara Kembali Gencarkan Operasi Pasar Murah

“Lembar hitam Jepara sudah berlalu, sedang pemerintah siap menanggulanginya agar kekerasan dapat dicegah. Untuk Muhammadiyyah kemaren, pemerintah sudah memback-up segala keperluan ibadah berupa fasilitas negara, agar dapat terselenggara dengan lancar,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, Idul Adha tahun ini menjadi sebuah contoh atau hikmah yang bisa diambil. Sehingga menyikapi perbedaan metode tersebut harus dengan menghormati sesama. “Penghormatan merupakan langkah atau kunci utama dalam mencegah gesekan,” ucap Edy.

Lebih lanjut, menurut Edy, metode seperti rukyatul hilal dan hisab yang diambil oleh Muhammadiyah dan NU merupakan fitrah manusia. Karena dalam proses pengambilan kebenaran, dalam hal ini penetapan tanggal adalah jembatan.

Baca juga:  PMI Jepara Tetap Buka Layanan Donor Darah Selama Ramadan

“Perbedaan NU dan Muhammadiyah bisa dikatakan cerminan nyata yang akan terulang lagi. Mungkin akan berpengaruh di masyarakat, namun kita perlu mencegah gesekan agar stabilitas damai Jepara dapat dikontrol dengan baik,” ucapnya. (cr2/gih)