Fun Learning, Dongkrak Motivasi Belajar Siswa

Oleh: Anis Syaadah, S.Pd
Guru SD Negeri Karangrejo 2, Kec. Dempet, Kab. Demak

PADA anak usia Sekolah Dasar (SD), khususnya di kelas 1 pada kurikulum 2013, diharuskan menggunakan pembelajaran tematik atau pembelajaran terpadu menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran, sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. Karena pada usia ini, mereka melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, sehingga pembelajarannya masih bergantung pada hal-hal konkret dan pengalaman yang terjadi. Begitu halnya dengan SD Negeri Karangrejo 2, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Namun kondisi yang terjadi, motivasi belajar peserta didik di kelas 1 masih rendah, mereka merasa bosan jika pembelajaran agak lama, beberapa di antaranya bahkan sering merajuk karena merasa tertinggal belum bisa menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Kondisi ini tentu saja berpengaruh pada capaian pembelajaran yang didapat di akhir pembelajaran. Hal ini membuat prihatin dan berupaya mengubah suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, serta mendorong peserta didik untuk aktif terlibat langsung dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meminimalisir rasa bosan dan ketidakpercayaan diri mereka. Salah satu upayanya yaitu melaksanakan pembelajaran dengan metode Fun Learning yang selalu memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan.

Selamat Idulfitri 2024

Fun Learning merupakan metode pembelajaran di mana seorang guru dapat menciptakan suasana hangat dan menyenangkan dalam pembelajaran karena dengan suasana yang hangat dan menyenangkan apa pun yang kita ajarkan akan mudah diterima dengan senang hati dan ketika sesuatu itu mudah diterima maka anak akan mudah melakukan suatu perubahan. Dalam menciptakan suasana Fun Learning, seorang guru harus bisa memilih metode yang sesuai dengan kodrat anak dan disesuaikan juga dengan karakteristik materi pelajaran yang akan disampaikan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan pengalaman penulis, sebagai seorang guru yang mengajar kelas 1 harus selalu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak dapat dengan mudah menerima pelajaran tersebut. Baik itu metode, media, ataupun strategi pembelajaran di kelas. Selain itu, kondisi kelas mulai penulis tata dari tata ruang sampai tempat duduk siswa juga diganti. Karena dalam kegiatan belajar mengajar, terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses pembelajaran, yakni pengaturan kelas dan pengajaran itu sendiri. Dalam metode Fun Learning, sebelum memulai pembelajaran, peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen terhadap konsep-konsep dasar. Peserta didik dibiarkan menemukan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka merasa tidak terbebani dengan berbagai pelajaran. Pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan pujian, selingan humor, dan diselingi permainan yang sesuai dengan materi pelajaran hari itu.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Langkah pembelajaran dengan metode Fun Learning yaitu: 1) guru menyampaikan topik pelajaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran hari itu; 2) guru memberikan gambaran atau penjelasan tentang materi yang dipelajari; 3) guru memperlihatkan dan menjelaskan keterkaitan antara konsep metode Fun Learning pada materi; dan (4) sebelum mengakhiri proses pembelajaran, guru memberi pekerjaan rumah (PR) pada peserta didik terkait materi dalam penerapan metode Fun Learning untuk dikerjakan di rumah.

Setelah penerapan metode Fun Learning pada pembelajaran tematik di kelas I SD Negeri Karangrejo 2, Kec. Dempet, Kab. Demak didapatkan kondisi bahwa suasana pembelajaran terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Motivasi belajar peserta didik meningkat secara intrinsik. Pembelajaran yang diselingi permainan juga mendorong siswa untuk mau aktif terlibat dalam pembelajaran positif di kelas. Kondisi ini sangat berpengaruh pada peningkatan pemahaman peserta didik. (*)