Model Pembelajaran Kooperatif Type Numbered Heads Together Materi Bangun Ruang

Oleh: Kurnia Ika Arifianti, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 02 Banjardawa, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN matematika konvensional dengan menggunakan metode ceramah atau tanya jawab terkesan monoton, sehingga siswa kurang termotivasi dalam proses belajar mengajar. Salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar (SD) adalah menjadikan siswa menjadi manusia yang dapat berpikir secara logis, kritis, rasional, dan percaya diri. Dalam pembelajaran matematika, diharapkan siswa mampu menguasai dan memahami teori, konsep, dan prinsip-prinsip penerapannya (Salti, dkk, 2015). Oleh karena itu, diperlukan adanya interaksi mengajar yang baik antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Agar terjalin komunikasi dan interaksi yang baik antara guru dengan siswa, maka seorang guru harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa serta pemilihan pendekatan dan penggunaan media pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar.

Selamat Idulfitri 2024

Penggunaan model pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam pembelajaran Matematika di SD. Guru harus bisa menciptakan iklim pembelajaran sebaik mungkin, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Elin Rosalin (2008) menyatakan bahwa Numbered Heads Together (NHT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif dengan sintaks pengarahan, membuat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar.

Salah satu model pembelajaran yang diterapkan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas VI di SD Negeri 02 Banjardawa, Kecamatan Taman yaitu dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together. Penulis mencoba menerapkan model kooperatif melalui tipe Numbered Heads Together karena lebih mengutamakan keaktifan peserta didik untuk mengembangkan kerja sama siswa, mendorong siswa mengonstruksi pengetahuannya sendiri, serta pengembangan kegiatan siswa dalam meningkatkan komunikasi dan interaksi sesama siswa melalui kegiatan dalam kelompok. Pada pembelajaran tipe Numbered Heads Together, siswa belajar secara berkelompok. Selain itu, siswa tidak hanya mempelajari dan menguasai materi yang diberikan, namun siswa dituntut memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Siswa tidak hanya terpaku pada penjelasan yang diberikan oleh guru, tetapi siswa belajar bersama dengan teman-temannya.

Dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together ini, siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok dan setiap siswa diberikan nomor yang akan ditaruh di kepalanya. Mereka akan bertanggung jawab dengan nomor yang mereka dapatkan. Tiap kelompok akan diberikan permasalahan untuk mendiskusikan dan menjawab pertanyaan dari setiap soal-soal yang diberikan. Melalui model pembelajaran ini, siswa menjadi lebih aktif, bersemangat, dan motivasi siswa dalam belajar meningkat, sehingga hasil belajar yang diperoleh juga akan meningkat. Siswa dapat belajar bersama dan berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri 02 Banjardawa. Peningkatan hasil belajar ditinjau dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri 02 Banjardawa, dari skor dasar dengan rata-rata 65,8 meningkatkan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 76,8. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together pada aktivitas guru juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan aktivitas guru rata-rata aktivitas guru pada kategori baik, meningkat dengan rata-rata 81,3 atau dengan kategori amat baik. Peningkatan aktivitas siswa rata-rata aktivitas guru pada dari kategori cukup meningkat dengan rata-rata dalam kategori baik. (*)