Optimalkan Minat Baca Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Games Book

Oleh: Mei Setio Budianto, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 03 Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang

PADA pembelajaran bahasa indonesia di Sekolah Dasar, sebagian siswa cenderung mempunyai paradigma yang buruk, yakni beranggapan pembelajaran bahasa Indonesia membosankan dan monoton. Hal ini menjadi suatu permasalahan bagi guru, yang perlu ditindaklanjuti untuk memperbaikinya.

Selamat Idulfitri 2024

Seperti halnya dalam proses belajar mengajar di kelas 6 SD Negeri 03 Asemdoyong, anak cenderung kurang aktif mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia materi menentukan unsur intrinsik cerita, hal ini dapat di lihat dari data hasil ulangan harian. Dari jumlah siswa kelas 6 adalah 30 anak, didapati 13 siswa memperoleh nilai kurang dari KKM, dengan KKM yang ditetapkan adalah 70. Berdasarkan pengamatan tersebut, hal itu disebabkan anak kurang minat dalam membaca cerita dan menentukan unsur intrinsik cerita.

Menurut Slameto (2010:57), minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati diperhatikan secara terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Lebih lanjut dijelaskan minat adalah suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

Untuk menumbuhkan minat baca siswa Sekolah Dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, perlu dibenahi sejak dini. Pembenahan minat baca perlu digagas dan diterapkan di setiap aspek, baik aspek pendidikan, sosial,  budaya  dan permainan. Pembenahan minat baca perlu secepatnya dibenahi agar permasalahan yang ada cepat teratasi, dan agar siswa senang membaca pada setiap kegiatan baik pada saat pembelajaran di rumah dan di lingkungannya. Salah satunya yaitu dengan penggunaan media games book sebagai media alternatif untuk diterapkan melalui metode permainan yang menyenangkan.

Games book merupakan sebuah gagasan dan alternatif terkini, untuk memperbaiki minat baca siswa sejak dini. Games book merupakan serangkaian media mengajar guru, dalam rangka memahamkan materi kepada siswa, melalui cara permainan. Permainan terselip di sebuah buku, di mana di dalam buku tersebut terdapat variasi berbagai jenis permainan yang menyenangkan sehingga siswa tertarik dan mengikutinya.

Kelebihan metode permainan yaitu: 1) Permainan mengutamakan gagasan dan minat anak-anak sehingga anak diberi kesempatan untuk menyalurkan gagasan dan minat mereka dalam suatu permainan. 2) Permainan dapat menciptakan kondisi yang ideal untuk mempelajari dan meningkatkan mutu pembelajaran. 3) Pembelajaran lebih relevan karena anak diberi kebebasan untuk mengembangkan  dan mengungkapkan inisiatif sendiri. 4) Anak-anak lebih mudah mengingat hal-hal yang mereka lakukan dalam permainan. 5) Anak-anak dapat menjadi diri sendiri sehingga permainan itu alamiah karena dunia anak adalah bermain, 6) Permainan memampukan para guru untuk mengamati pembelajaran  yang sesungguhnya, guru tidak hanya dapat melihat hasil belajar anak, tetapi juga proses belajar anak selama permainan berlangsung.

Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa untuk meningkatkan minat membaca siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah dengan menggunakan media games book yang dikemas dalam metode permainan. Dengan model tersebut anak didorong untuk tertarik membaca cerita dan menentukan unsur intrinsik cerita. Dengan penggunaan metode permainan melalui games book hasil belajar meningkat karena adanya kecenderungan minat anak yang bertambah. Hal ini juga didukung dari perencanaan guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang cukup matang. (*)